BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyandang cacat atau disabilitas di Kalimantan Tengah (Kalteng) belum bisa mengakses fasilitas di perpusatakaan daerah. Badan perpustakaan arsip dan dokumentasi (BPAD) Provinsi Kalteng belum menyediakan fasilitas khusus maupun bahan bacaan khusus bagi mereka.

“Kita belum ada fasilitas khusus, baru akan kita bangun tetapi masih ada koreksi anggaran yang dipangkas tahun ini. koleksi buku untuk penyandang disabilitas juga belum tersedia,” kata Kepala BPAD Kalteng,Rudiansyah Iden kepada Borneonews, Rabu (3/8/2016) pagi.

Ia mengatakan, saat ini koleksi perpustakaan daerah yang menjadi fokus pengelolaannya ada sebanyak 500 ribu buku. Dari jumlah tersebut, hanya memuat sekitar 100 ribu judul. Sementara pengakses buku koleksi BPAD,
Rudiansyah mengaku sudah mencapai 300-400 orang pembaca aau peminjam buku setiap hari. Sayangnya, dari lembaran literasi itu tidak ada satupun yang mengakomodir bacaan huruf braille misalnya.

“Ke depan akan kita upayakan. Kita harus mengakomodir semua lapisan masyarakat, pelajar, mahasiswa, dan memperbaiki akses agar selain menambah kenyamanan juga memberikan ruang bagi penyandang
disabilitas,’ katanya. (M. MUCHLAS ROZIKIN/N).