**Borneonews - Cirebon**, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Cirebon, Jawa Barat, secara resmi memperkenalkan teknik budi daya udang *vaname* melalui metode kolam bundar. Inisiatif ini bertujuan sebagai solusi bagi masyarakat untuk memulai usaha di sektor perikanan.
Kepala DKP3 Kota Cirebon, Elmi Masruroh, menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan diikuti oleh lebih dari 100 peserta, baik secara langsung maupun melalui platform daring. Kegiatan ini diadakan sebagai salah satu langkah untuk memberi pelatihan praktis yang bermanfaat bagi komunitas.
Elmi menyampaikan bahwa banyak warga Cirebon menghadapi tantangan dalam memulai usaha budi daya perikanan, khususnya terkait dengan keterbatasan lahan. Oleh karena itu, pelatihan ini direncanakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang cara yang efektif untuk membudidayakan udang *vaname* dengan memanfaatkan kolam bundar.
Konsep kolam bundar menawarkan keuntungan dalam hal penggunaan lahan yang lebih minimal, sehingga sangat cocok diterapkan di wilayah perkotaan seperti Cirebon. Pelatihan ini diinisiasi oleh IPB, di mana para dosen yang berasal dari Cirebon berkolaborasi untuk memberikan pembekalan kepada peserta.
Sebagai bagian dari program ini, DKP3 Kota Cirebon telah membangun tiga kolam bundar yang ditujukan sebagai uji coba. Kolam-kolam ini akan digunakan untuk memberikan pendampingan dalam budi daya udang *vaname* oleh tim dari IPB. Jika program ini berhasil, rencana ke depan adalah untuk memperluas skala usaha dengan membangun lebih banyak kolam bundar.
Elmi mengungkapkan bahwa pengadaan kolam bundar ini direncanakan akan dianggarkan pada tahun 2025. Pihaknya telah menerima berbagai usulan terkait pengembangan usaha budi daya ikan, dan diharapkan sebagian dari usulan tersebut dapat dialihkan untuk fokus pada budi daya udang *vaname*.
Budi daya udang *vaname* sendiri dipandang memiliki prospek yang menjanjikan karena nilai jualnya yang tinggi. Program ini juga diharapkan dapat mendukung upaya untuk mengembalikan reputasi Cirebon sebagai Kota Udang. "Kami ingin mengembalikan Cirebon sebagai Kota Udang. Ini adalah langkah awal sekaligus menjadi proyek percontohan menuju tujuan tersebut," tambah Elmi.
Di sisi lain, pakar marikultur dari IPB, Irzal Effendi, menyatakan bahwa pelatihan ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan produktivitas udang di Cirebon melalui inovasi *urban farming*. Tahapan awalnya meliputi diskusi dengan pihak-pihak terkait, *desk study*, serta pembuatan lahan demonstrasi (*demplot*) untuk menentukan model budi daya yang paling tepat.
Irzal menegaskan bahwa peserta akan dilibatkan secara langsung dalam proses budi daya udang *vaname*, dengan pendampingan praktis yang diberikan untuk memastikan hasil yang optimal. "Inovasi ini kami terapkan dalam skala perumahan untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan hasil budi daya dan memberikan dampak positif bagi kota ini," pungkasnya.
ANTARA
Teknik Budi Daya Udang Vaname di Kolam Bundar Cirebon
Bagikan:

BANDUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Bupati Lamandau Soroti Pencegahan Karhutla dan Tanggung Jawab Perusahaan saat Tinjau Eks Konsesi Grace dan PWN
Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Evaluasi Pelaksanaan PJJ di Tengah Kabut Asap
Ini 2 Lokasi Depot Air Gratis di MB Ketapang Sampit
Oli Berceceran di Bundaran Besar Jalan Pemuda Kapuas
Anak Beruang Madu yang Terpisah dari Induknya Diselamatkan Warga Seruyan
Meski Awal Musim Hujan di Kapuas Diprediksi November, El Nino Berpotensi Kurangi Intensitas Hujan hingga 2027
Komentar (0)
Memuat komentar…







