BANDUNG –
**Borneonews - Garut**, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengumumkan bahwa semua rumah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi di wilayah Kabupaten Garut dan Bandung, Jawa Barat, akan menerima bantuan perbaikan. Anggaran untuk perbaikan tersebut bersumber dari pemerintah pusat. Kepala BNPB, Suharyanto, mengungkapkan bahwa perbaikan rumah dan infrastruktur yang rusak di Kabupaten Garut akan segera dilakukan, seraya menekankan bahwa penanganan serupa juga akan dilaksanakan di daerah lain yang terdampak. Suharyanto memberikan pernyataan tersebut saat melakukan persiapan untuk meninjau lokasi-lokasi yang terkena dampak gempa di Kantor Kecamatan Pasirwangi, pada hari Kamis. Pemerintah telah menetapkan status tanggap darurat bencana terkait gempa bumi tersebut. Langkah selanjutnya mencakup pembahasan mengenai rehabilitasi serta konstruksi bangunan untuk pemulihan rumah warga dan infrastruktur yang rusak. Menurut Suharyanto, fokus utama setelah bencana adalah memperbaiki rumah-rumah yang terdampak gempa yang diharapkan tidak disusul oleh bencana gempa susulan lainnya. Suharyanto menjelaskan mengenai skema bantuan perbaikan rumah. Untuk rumah yang rusak berat, pemerintah akan membagikan bantuan berupa pembangunan rumah baru. Sementara untuk rumah yang rusak sedang, bantuan sebesar Rp30 juta akan diberikan, dan untuk yang rusak ringan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp15 juta. Selain perbaikan rumah, BNPB juga akan memberikan perhatian terhadap infrastruktur lainnya yang mengalami kerusakan. Anggaran untuk perbaikan infrastruktur ini juga akan berasal dari pemerintah pusat, melalui BNPB. Suharyanto menegaskan bahwa semua anggaran tersebut sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Lebih lanjut, bantuan untuk kebutuhan dasar dan operasional telah disalurkan kepada pemerintah daerah untuk mendukung wilayah yang terkena dampak gempa. Dalam upaya penanganan bencana, BNPB juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang terdiri dari personel TNI dan Polri. Langkah ini diambil untuk mengoptimalkan penanganan bencana seperti yang telah dilakukan sebelumnya saat gempa bumi melanda Kabupaten Cianjur. Satgas TNI dan Polri akan bertugas membantu masyarakat, termasuk membantu membersihkan puing-puing akibat bencana dan memberikan dukungan dalam perbaikan rumah yang rusak. Inisiatif ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak dan mempercepat proses pemulihan pascabencana. ANTARA