BANDUNG –
**Borneonews - Indramayu**, Pemerintah Kabupaten Indramayu, yang terletak di Jawa Barat, telah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp13 miliar untuk memberikan insentif kepada para guru di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) pada tahun anggaran 2024. Bupati Indramayu, Nina Agustina, menjelaskan bahwa pengalokasian dana tersebut merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam bidang pendidikan agama. Ia menekankan bahwa MDT memegang peranan yang sangat krusial sebagai lembaga pendidikan non-formal yang membantu dalam memperkuat iman dan takwa masyarakat di wilayah Indramayu. "Insentif yang diberikan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong kemajuan pendidikan di Indramayu. Ini juga sejalan dengan visi daerah untuk menciptakan generasi yang unggul dan bermartabat," ungkap Nina saat memberikan keterangan di Indramayu. Nina memaparkan bahwa sekitar 3.611 guru MDT, yang tidak berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), akan menerima insentif bulanan senilai Rp300.000. Selain itu, ia mencatat bahwa sistem pemberian insentif ini sudah dimulai sejak Maret hingga Juni 2024, dengan total anggaran mencapai Rp4,33 miliar. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mekanisme pembagian hibah ini diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2023 mengenai Bantuan Pendidikan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), yang mencakup hibah untuk guru madrasah. "Dana hibah ini diharapkan dikelola dan dipertanggungjawabkan dengan baik, serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus berupaya memajukan pendidikan di Indramayu," tambahnya. Sementara itu, Ketua FKDT Kabupaten Indramayu, Aspuri, menyatakan bahwa kebijakan insentif ini mencerminkan kepedulian dari pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama serta kesejahteraan para guru. Ia menjelaskan bahwa di Kabupaten Indramayu terdapat 992 MDT dengan jumlah siswa mencapai 98.190 orang, sedangkan total guru yang mengajar dalam MDT adalah sebanyak 6.087 orang. "Insentif untuk periode Juli hingga September 2024 akan segera dibayarkan. Bantuan ini sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan para guru," tuturnya. ANTARA