JAKARTA –
**Borneonews - Tangerang**, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi baru-baru ini mengumumkan bahwa kementeriannya akan melakukan pengujian kembali pada hari Jumat (20 September 2024) untuk mengevaluasi kelayakan pendaratan pesawat *Boeing 777-300ER*, yang memiliki dimensi serupa dengan pesawat kepresidenan, di Bandara IKN. "Uji coba formal akan dilakukan pada hari Jumat. Hingga saat ini, kementerian telah melakukan serangkaian percobaan dengan berbagai jenis pesawat di landasan Bandara IKN,” jelasnya pada hari Kamis. Ia menambahkan bahwa uji coba kali ini akan melibatkan pesawat dengan ukuran yang setara dengan pesawat kepresidenan. Apabila hasil dari pengujian kelayakan ini positif dan pesawat berhasil mendarat dengan aman, maka bandara tersebut akan segera diresmikan dan mulai beroperasi. "Kami sangat hati-hati dalam pembangunan bandara ini, mengingat lokasinya yang strategis dekat dengan kawasan IKN,” tambah menteri. Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan proses kalibrasi di Bandara IKN sebelum dimulainya operasi resmi. Pada tanggal 10 September, Sumadi menyampaikan bahwa penerbangan misi kalibrasi ini merupakan tindak lanjut dari verifikasi Bandara IKN yang dilakukan pada tanggal 8 dan 9 September. Selain kalibrasi, juga dilakukan penerbangan untuk validasi prosedur penerbangan menggunakan navigasi berbasis kinerja. Kementerian akan melakukan serangkaian penilaian tambahan sebelum menerbitkan rekomendasi kepada pengelola bandara. Proyek pembangunan Bandara IKN telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Landasan pacu dengan ukuran 2.200 x 30 meter telah selesai dibangun. Di sisi lain, konstruksi terminal VVIP telah mencapai lebih dari 90 persen, sedangkan terminal VIP hampir mencapai 80 persen. Pembangunan fasilitas pendukung lainnya, termasuk menara ATC, gedung administrasi dan operasional, serta Gedung PKP-PK, juga sedang berjalan. Selain itu, akses jalan utama menuju bandara hampir selesai. Dengan melihat kemajuan keseluruhan yang ada, menteri optimis bahwa bandara tersebut akan dapat diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2024. ANTARA