**Borneonews - Bali**, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah menghadirkan berbagai peluang investasi menarik kepada pelaku usaha internasional dalam acara Mahakam Investment Forum (MIF) 2024 yang berlangsung di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan realisasi investasi di wilayah Kaltim, serta memperkenalkan proyek-proyek *Green Investment and Blue Economy* yang sedang dikembangkan.
Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Ujang Rahmad, menjelaskan bahwa Kaltim memiliki posisi strategis di Kawasan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Oleh karena itu, daerah ini berpotensi menjadi jalur perdagangan internasional yang menguntungkan untuk pengembangan ekonomi serta industri.
Forum investasi ini mengangkat tema "Integrated Promotion of East Kalimantan as the Superhub of the Capital City of Nusantara" dan dilaksanakan di The Stones Hotel Legian Bali. Ujang menegaskan kepada para investor asing tentang upaya Pemprov Kaltim dalam mendukung pengembangan klaster industri melalui pembangunan sejumlah kawasan industri di berbagai kota di Kaltim.
Beberapa kawasan industri yang telah terpenuhi, antara lain Kawasan Industri Kariangau (KIK) yang terletak di Balikpapan, Kawasan Perkapalan Industri dan Jasa di Samarinda, serta Kawasan Industri berbasis Migas dan Kondensat di Bontang. Selain itu, terdapat juga Kawasan Industri Pariwisata Derawan di Berau dan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy. Tidak ketinggalan, Kaltim Industrial Estate di Bontang, yang merupakan anak perusahaan PT Pupuk Kaltim, juga diulas dalam kesempatan ini.
Ujang Rahmad menjelaskan adanya tiga kawasan strategis lainnya, di antaranya Kawasan Industri Buluminung yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara. Dua kawasan tambahan adalah Kawasan Industri Bontang Lestari yang dikelola oleh PT Kawasan Industri Bontang, serta Kawasan Industri Kariangau yang berada di Balikpapan.
Meskipun Kaltim dikenal sebagai penyedia sumber daya energi primer yang melimpah, seperti batu bara, minyak, gas, dan hasil hutan, Pemprov Kaltim telah mencanangkan transformasi ekonomi menuju industri hijau dan *blue economy* yang lebih berkelanjutan.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, terdapat beberapa proyek investasi yang siap ditawarkan (Investment Project Ready to Offer/IPRO) dengan konsep *Green Investment and Blue Economy*. Proyek-proyek ini meliputi pengelolaan limbah di Balikpapan, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Penajam Paser Utara, pembangunan pabrik remah karet di Kutai Barat, pengembangan komoditi kakao di Berau, serta peternakan unggas dan budidaya udang di Kutai Kartanegara. Selain itu, terdapat industri asam lemak dan amina lemak di Bontang serta model bisnis ekowisata berkelanjutan di Pulau Kaniungan di Berau.
Pengembangan proyek-proyek tersebut diharapkan dapat menarik minat investor untuk berkolaborasi dan berinvestasi di Kaltim, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih baik.
Dalam rangkaian MIF 2024, juga terjadi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) dan Anhui Guanxin Agrochemical dari Tiongkok. Selain itu, MoU juga ditandatangani antara Fajar Bumi Bhakti dan Zhejiang Ruizhi Fuel Co. Ltd. Kerjasama ini bertujuan untuk menguatkan posisi Kalimantan Timur sebagai daerah yang atraktif bagi investor global serta memperluas pengembangan sektor-sektor potensial yang dapat dikerjakan secara sinergis.
ANTARA
Peluang Investasi Strategis Kaltim Diperkenalkan di Bali
Bagikan:

SAMARINDA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Hujan Lebat Guyur Banjarbaru dan Martapura
Alwi akan Evaluasi Performa Setelah Terhenti French Open
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Komentar (0)
Memuat komentar…







