BATAM –
**Borneonews - Batam**, Atlet Jujitsu yang mewakili Kepulauan Riau (Kepri), M Danang Yoga Gunawan, berhasil meraih medali perak pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024. Usia Danang yang baru menginjak 19 tahun tidak menghalanginya untuk berkompetisi di kelas 69 kg. Dalam perjalanan menuju final, Danang menunjukkan performa yang mengesankan. Di babak semifinal, ia berhasil mengalahkan Wahyu Riza Ardhiansyah dari Papua Tengah setelah sebelumnya menundukkan Robby Pratama dari Kalimantan Selatan. Namun, di partai final, Danang harus berhadapan dengan Willy Kun, seorang atlet berprestasi dari Jawa Barat yang juga merupakan bagian dari tim nasional yang akan berlaga di *Asian Games* dan *SEA Games*. Pelatih Jujitsu Kepri, Rozi Juhendra, menyatakan rasa bangganya terhadap pencapaian Danang. “Danang telah menunjukkan performa yang luar biasa. Meskipun kami belum meraih medali emas, medali perak ini sangat berarti dan layak untuk disyukuri,” ungkap Rozi saat diwawancarai di Batam pada hari Kamis. Rozi juga menambahkan bahwa kondisi Danang setelah pertandingan berada dalam keadaan yang baik dan terkendali. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi tim dan pendukungnya. Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Riau, Usep, mengakui tantangan yang dihadapi saat melawan atlet Jawa Barat. “Bertemu dengan atlet berkaliber nasional seperti Willy adalah sebuah tantangan yang sangat sulit. Namun, hasil ini adalah pelajaran berharga bagi kami,” ujar Usep saat dihubungi di Batam. Dengan keberhasilan ini, Danang turut menambah koleksi medali bagi kontingen Kepulauan Riau. Dalam berita sebelumnya, atlet Jujitsu Tomi Riono juga mencatatkan prestasi dengan meraih medali perunggu. Tomi bersaing di kategori *Fighting System* Putra kelas 77 kg dan berhasil menembus semifinal setelah mengalahkan atlet unggulan dari Jawa Barat. “Alhamdulillah, pertandingan hari ini cukup sulit karena kami berjumpa dengan provinsi yang kuat. Namun, saya merasa sangat senang karena berhasil mencapai podium,” kata Tomi saat diwawancarai di Batam pada hari Rabu. ANTARA