JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Karateka nasional asal Jawa Barat, Sandy Firmansyah, menilai bahwa penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara menjadi momentum yang tepat untuk regenerasi atlet karate di Indonesia. Sandy mengungkapkan rasa optimisnya tentang antusiasme masyarakat, terutama yang berada di Sumatera Utara, dalam mendukung kemajuan olahraga karate. Ia berharap bahwa semangat ini tidak hanya terfokus di daerah tersebut, tetapi juga mampu merambah ke seluruh Indonesia, sehingga mampu melahirkan atlet-atlet karate yang berprestasi hingga tingkat dunia. "Saya ingin melihat karate Indonesia semakin berkembang, bukan hanya di Sumatera Utara, tetapi juga di seluruh Indonesia. Saya berharap kita bisa berprestasi dan mendunia," ujarnya saat berkunjung ke Universitas Negeri Medan, Deli Serdang pada hari Kamis. Sebagai karateka senior, Sandy Firmansyah memiliki peringkat dunia yang cukup baik, yaitu di posisi 201 untuk kategori *Kumite* -84 kg. Ia telah sering menunjukkan prestasi yang mengesankan di tingkat Asia Tenggara, mengharumkan nama Indonesia di berbagai kompetisi internasional. Pada ajang SEA Games 2019 yang diadakan di Filipina, ia berhasil meraih medali perunggu, dan di SEA Games 2022 di Vietnam, Sandy berhasil mengumpulkan medali perak. Prestasinya mencapai puncak saat ia meraih medali emas di SEA Games 2023 yang diadakan di Kamboja. Di PON Papua sebelumnya, Sandy mampu mempersembahkan dua medali dari nomor kumite beregu putra dan kumite +84 kg. Namun, pada PON 2024 yang akan datang, ia tidak bisa mengulangi kesuksesan tersebut dan hanya berhasil meraih satu medali emas serta satu medali perunggu. Sandy menekankan pentingnya regenerasi dalam atlet karate guna menjaga prestasi dan keberhasilan yang telah dicapai. Ia merasa bersyukur melihat banyaknya nama-nama baru yang potensial muncul, seperti Huggies Yustisio dan Muhammad Tegar Yanuar, yang dapat diikutsertakan dalam berbagai kejuaraan dunia mendatang. "Saya sebagai senior yang telah meraih dua medali emas sebelumnya, merasa bertanggung jawab untuk membantu meregenerasi para atlet muda. Jika proses ini terus berlangsung, saya yakin kita bisa mencapai prestasi yang lebih hebat," imbuhnya. Meski demikian, Sandy masih menyimpan harapan besar untuk bisa tampil dalam PON yang akan diselenggarakan di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat pada tahun 2028. "Saya tetap yakin bahwa saya masih mampu berkompetisi, dan harapan saya untuk PON NTT-NTB masih ada," tuturnya. ANTARA