BORNOENEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Supian Hadi mendorong para pejabat struktural di lingkungan pemkab setempat untuk mengembangkan inovasi dan kreasi dalam memberikan pelayanan publik.

“Para pejabat notabene pemimpin pada satuan perangkat kerja daerah (SKPD) harus kreatif dan inoatif. Saya harapkan semua membawa kemajuan untuk pembangunan Kotim,” kata Supian Hadi, Rabu (3/8/2016).

Menurut dia, pengembangan daya inovasi dan kreasi mutlak dibutuhkan agar jajaran birokrasi mampu menghadapi permasalahan pembangunan yang semakin kompleks.

Bupati dua periode itu tidak ingin pejabat Kotim cengeng dalam membuat program dan memecahkan masalah yang terjadi di instansi yang dipimpinnya masing-masing. Juga tidak terlalu terpaku pada gagasan bupati saja.

Kepala SKPD dan jajaran ASN tidak hanya menunggu perintah bupati semata, tetapi harus memiliki inisiatif guna melahirkan sebuah gagasan. Terobosan perlu dilakukan tanpa harus disuruh guna memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Ini yang harus dilakukan seluruh SKPD, jangan hanya menunggu walaupun tidak disuruh. Biaya yang minim hasil maksimal terobosan-terobosan seperti, jangan hanya menunggu perintah. Kebijakan bupati pun tidak sendiri terkadang saya dapat masukan masyarakat, maksud saya kepala SKPD pun demikian, bagaimana dia berinovasi terhadap SKPD yang dipimpinnya,” ucapnya.

Dari pantauan Supian Hadi, masih ditemukan adanya aparatur pegawai negeri sipil (ASN) Kotim yang kerja semuanya saja. Tanpa terbebani dengan sumpah janji jabatan mereka sebagai abdi Negara.

“Masih ada saja satu atau dua orang saya menanyakan melalui masyarakat kenapa dia tidak rajin. Artinya dia turun ke kantor tapi diam. Ada yang mengatakan kerja tidak kerja tetap di gajih. Kebiasaan-kebiasaan seperti ini yang harus dihilangkan. Jangan takut pada atasan tetapi takutlah kepada Allah karena pegawai itukan disumpah untuk mengabdi dan melayani masyarakat,” katanya. (RAFIUDIN/m)