MEDAN –
**Borneonews - Medan**, Para pedagang yang menawarkan kaos berlogo Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut melaporkan bahwa mereka berhasil meraih omzet signifikan, yakni mencapai sekitar Rp10 juta per hari. Salah satu pedagang, Junaidi, mengungkapkan kegembiraannya saat berjualan di Lapangan Astaka dan Gor PBSI Sumut. Ia mencatat bahwa kaos berlogo PON menjadi produk yang paling diminati. "Alhamdulillah, di sini yang banyak membeli adalah pakaian berlogo PON," katanya saat ditemui di lokasi. Junaidi menjelaskan bahwa sebagian besar pembeli berasal dari kontingen berbagai provinsi yang hadir dalam perhelatan akbar ini. Mereka membeli kaos tersebut sebagai kenang-kenangan atau oleh-oleh. Selain itu, pengunjung lokal juga turut menyumbang pembelian. Dalam sehari, rata-rata ia dapat menjual sekitar 200 *pieces* kaos berdesain PON. Mengenai harga, Junaidi menyebutkan bahwa satu kaos dijual dengan harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp100 ribu. Dengan jumlah penjualan yang tinggi, omzetnya bisa melampaui Rp10 juta dalam sehari. Ia berharap agar pelaku usaha seperti mereka dapat dilibatkan dalam acara nasional di masa mendatang, karena hal tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Senada dengan Junaidi, Aci, pedagang lainnya, juga menyatakan bahwa kaos berlogo PON menjadi barang yang paling dicari oleh atlet, ofisial, dan pengunjung lainnya. "Dalam sehari, bisa sampai 100-150 *pieces* yang terjual, meskipun kami juga menawarkan produk lain seperti boneka maskot, gelang, dan cendera mata," ungkapnya. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan pendapatan sektor UMKM selama PON XXI Aceh-Sumut 2024 mencapai Rp3 miliar. Target ini mencakup pendapatan dari berbagai acara festival, bazar, dan kegiatan lainnya. Penjabat Gubernur Sumut, Agus Fatoni, dalam konferensi pers yang diadakan di Medan pada Rabu lalu, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memanfaatkan penyelenggaraan PON 2024 sebagai platform untuk mempromosikan berbagai potensi yang dimiliki oleh Sumut. Ia menekankan bahwa daerah ini menawarkan alam yang menakjubkan, budaya yang kaya, kuliner yang lezat, serta produk UMKM yang beragam dan berkualitas. ANTARA