**Borneonews - Selayar**, Pemerintah Kabupaten Selayar berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Selayar dalam upaya memberikan bantuan cepat kepada korban kebakaran yang terjadi di Lingkungan Batangmata Sapo Utara. Kebakaran tersebut menimpa seorang warga bernama Nur Hidayani pada dini hari, tepatnya sekitar pukul 03.00 Wita, menjelang waktu Subuh.
Wakil Bupati Selayar, Saiful Arif, yang tengah dalam perjalanan dinas ke Makassar saat kejadian, langsung mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Bulukumba menuju lokasi kebakaran. Dalam pernyataannya, Saiful Arif mengungkapkan, "Saya juga langsung berkoordinasi dengan pihak Baznas untuk memberikan bantuan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Baznas yang segera menyalurkan bantuan dalam bentuk uang tunai, yang sangat dibutuhkan oleh korban saat ini."
Ia juga mendorong pihak-pihak lainnya untuk turut berpartisipasi memberikan donasi bagi korban kebakaran tersebut. Saiful meminta kepada Lurah setempat agar segera melakukan koordinasi untuk menyusun langkah dalam membangun rumah darurat, sehingga Nur Hidayani dapat segera kembali beraktivitas secara normal.
Leonardo Siregar, Wakil Ketua Baznas Selayar, menjelaskan setelah melakukan koordinasi dengan Wakil Bupati, pihaknya segera menggelar rapat untuk menentukan jenis bantuan yang akan diberikan. Meskipun pada saat itu Baznas Selayar tengah sibuk melayani pengunjung yang datang untuk mendapatkan bantuan di Kantor Baznas yang terletak di Kompleks Masjid Agung Al Umarain, mereka tetap berkomitmen untuk membantu korban.
Leonardo lebih lanjut menyatakan, "Kami percaya bahwa bantuan uang tunai sangat diperlukan korban. Maka itu, kami memutuskan Ketua Odding Karim, didampingi Andi Baso dan Patta Bone, untuk segera meninggalkan forum dan langsung menuju Batangmata Sapo guna menyerahkan bantuan uang tunai kepada korban."
Kebakaran yang melanda rumah Nur Hidayani menyebabkan kerugian yang signifikan, antara lain rumah kayu besar, 70 gram emas, satu unit sepeda motor, dua mesin jahit, dan berbagai peralatan lainnya, termasuk uang tunai senilai Rp5 juta, ijazah, BPKB, identitas diri, serta empat unit ponsel Android. Kerugian ini tentunya sangat mempengaruhi kehidupan Nur Hidayani dan keluarganya.
ANTARA
Pemerintah dan Baznas Selayar Bantu Korban Kebakaran Mendesak
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







