**Borneonews - Gorontalo**, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Gorontalo memberikan penguatan kapasitas kepada kelompok pengelola mangrove. Kegiatan ini dilaksanakan dalam kerjasama dengan Direktorat Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove, melalui program *Mangrove for Coastal Resilience* (M4CR).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Fayzal Lamakaraka, menyatakan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan inovasi masyarakat dalam mengelola mangrove secara berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekosistem mangrove, yang menjadi dasar dalam perlindungan ekosistem tersebut. Hal ini juga dimaksudkan untuk menanggulangi alih fungsi lahan mangrove serta penggunaan yang tidak berkelanjutan.
Fayzal menekankan bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem yang sangat penting. Ekosistem ini menawarkan beragam manfaat, antara lain sebagai perlindungan pesisir, pencegah erosi pantai, perlindungan terhadap intrusi air laut, sekaligus sebagai sumber keanekaragaman hayati dan obat-obatan. Lebih lanjut, kemampuan mangrove dalam menyerap karbon jauh lebih tinggi dibandingkan dengan ekosistem lainnya.
Harapan besar disampaikan oleh Fayzal, bahwa melalui kegiatan penguatan kapasitas ini, pengelola mangrove di Provinsi Gorontalo dapat mengambil langkah strategis untuk memberikan perhatian lebih pada lingkungan. Hal ini juga diharapkan dapat mengoptimalkan hasil mangrove menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat desa memiliki kesadaran yang lebih tentang pentingnya ekosistem mangrove dan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Tiga kabupaten di wilayah Gorontalo memiliki potensi yang cukup besar dalam pengolahan dan pelestarian mangrove yang dapat mendukung kehidupan.
Saat ini, kondisi ekosistem mangrove di Provinsi Gorontalo mencatat luas mencapai 9.257,21 hektar. Sebaran lahan mangrove tersebut terletak di tiga kabupaten: Boalemo seluas 1.519,33 hektar, Gorontalo Utara seluas 3.272,32 hektar, dan Pohuwato juga seluas 3.272,32 hektar. Secara administrasi, luas lahan mangrove dibagi ke dalam zonasi berdasarkan jenis vegetasi dominan, yang terdiri dari Zona *Rhizophora*, Zona *Avicennia*, Zona *Bruguiera*, dan Zona *Nipa*.
ANTARA
Penguatan Kapasitas Kelompok Pengelola Mangrove di Gorontalo
Bagikan:

GORONTALO –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
NU Kalteng Ingatkan Penyampaian Aspirasi Harus Santun dan Jaga Persatuan
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
Komentar (0)
Memuat komentar…







