MAKASSAR –
**Borneonews - Mamuju**, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) sedang melaksanakan upaya untuk membuka akses transportasi laut dari Mamuju ke Surabaya, Jawa Timur, dan sebaliknya. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah distribusi barang kebutuhan pokok serta barang dagangan. Pejabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, menyatakan bahwa pembangunan akses transportasi laut menuju Surabaya merupakan salah satu program prioritas bagi pemerintah daerah. Dengan adanya jalur langsung ke Surabaya, diharapkan distribusi barang menjadi lebih efisien dan dapat memberikan dampak positif terhadap pembangunan ekonomi di Sulbar. Menurutnya, akses transportasi laut ini akan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap jalur distribusi melalui Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Ia juga menambahkan bahwa produk hasil bumi dan komoditas lainnya harus dipersiapkan untuk didistribusikan dan dipasarkan ke Pulau Jawa melalui kota Surabaya. Diharapkan, hal ini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Sulbar, karena masyarakat akan lebih mudah menjual hasil bumi mereka. Selain Surabaya, Bahtiar mengungkapkan bahwa pemerintah daerah juga berencana untuk membuka akses transportasi laut ke Ibu Kota Negara (IKN) yang berada di Pulau Kalimantan. Dalam hal ini, Pemprov Sulbar berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas Pelabuhan Belang-Belang yang terletak di Kabupaten Mamuju. Langkah ini mencakup pembangunan pelabuhan kontainer, yang penting untuk mendukung distribusi bahan pangan dari Sulbar ke IKN dan ke Pulau Jawa, sekaligus mendukung kegiatan ekspor dan impor. Bahtiar menjelaskan bahwa Pemprov Sulbar telah meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk pembangunan pelabuhan kontainer, karena kebutuhan ini sangat mendesak untuk pengembangan ekonomi daerah. Pelabuhan Belang-Belang yang ada saat ini memiliki kapasitas tampung sekitar 10.000 ton, dengan panjang dermaga mencapai 101 meter dan lebar 15 meter. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mengembangkan dan meningkatkan fasilitas pelabuhan ini hingga dapat terwujudnya pelabuhan kontainer yang mampu mendukung aktivitas perdagangan secara lebih optimal. ANTARA