**Borneonews - Surabaya**, Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Rahmat Hidayat Pulungan, yang lebih akrab disapa RHP, mengingatkan pentingnya peran Forkom Jurnalis Nahdliyin (FJN) dalam memperkenalkan kiai muda NU di wilayah Jawa Timur. Menurutnya, upaya ini sangat diperlukan untuk meningkatkan popularitas dan penyebaran keilmuan mereka.
Dalam sebuah kesempatan, RHP memberikan apresiasi kepada FJN sebagai komunitas jurnalis yang memiliki basis di kalangan Nahdliyin. Ia menekankan bahwa FJN memiliki tanggung jawab strategis dalam mengangkat nama para Gus agar lebih dikenal oleh masyarakat umum. Dengan demikian, keilmuan yang dimiliki oleh para kiai muda ini bisa lebih tersebar luas.
RHP menjelaskan bahwa saat ini banyak generasi muda yang memerlukan panutan dari tokoh agama untuk dijadikan sebagai pedoman hidup. Ia berpendapat bahwa sosok para Gus di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda, baik dari segi kualitas pribadi maupun keilmuan yang mereka tawarkan.
Ia juga mencermati bahwa keberadaan Gus dan dai muda NU yang dikenal masih terbatas. Di tengah perkembangan zaman yang ditandai dengan dominasi gadget, generasi milenial cenderung mencari informasi dan referensi melalui platform media daring dan media sosial. Oleh karena itu, penting bagi konten yang dihadirkan di ruang-ruang tersebut untuk mencerminkan pemikiran dan keahlian para kiai muda atau Gus.
Peran jurnalis Nahdliyin di sini menjadi kunci untuk mengisi ruang di dunia maya dan media sosial dengan konten yang mendukung para kiai muda NU, kata RHP. Ia juga menyoroti pengalaman sebagai aktivis di era 98 dan keterlibatannya dalam Panitia Nasional Satu Abad NU di Sidoarjo pada tahun 2023, menunjukkan komitmennya terhadap perkembangan umat.
Lebih jauh, RHP menegaskan bahwa Jawa Timur adalah pusat pertumbuhan Nahdlatul Ulama. Wilayah ini tidak hanya merupakan tempat kelahiran NU, tetapi juga merupakan daerah di mana NU tumbuh subur dan menancapkan akar yang kuat. Dengan banyaknya pesantren yang berpengaruh di Jawa Timur, keberadaan mereka menjadi penting untuk menjaga kesinambungan sanad keilmuan yang ada, dengan peran aktif pengasuh pondok pesantren, termasuk para Gus.
FJN bisa fokus untuk menampilkan 20 Gus yang berasal dari Jawa Timur. Saya yakin bahwa dari mereka akan muncul nama-nama baru seperti Gus Iqdam dan Gus Baha yang kelak bisa menjadi idola serta rujukan bagi generasi milenial, ungkapnya dengan optimisme.
ANTARA
Peran Jurnalis Nahdliyin Dalam Mengangkat Kiai Muda NU di Jatim
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
CBI Group Kembali Bantu 2.000 Liter BBM untuk Karhutla TNTP
Mundari Minta Isenmulang FC Tak Pandang Sebelah Mata PSIM Yogyakarta
Pemerintah Revisi Perpres 26/2026 untuk Impor Minyak Berbagai Negara
Bupati Lamandau Dorong Pemenuhan Gizi dan Fasilitas demi Prestasi Atlet
Menko Bahlil Perintahkan ESDM Berpihak pada Kepentingan Rakyat
DPRD Kotim Kunjungi Seruyan, Bahas Strategi Pengembangan Usaha Perikanan
Komentar (0)
Memuat komentar…







