JAKARTA –
**Borneonews - Beirut** Pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah, mengungkapkan bahwa banyak komandan senior dalam organisasi tersebut selamat dari ledakan penyeranta yang terjadi baru-baru ini. Hal ini dikarenakan mereka menggunakan penyeranta model lama. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato yang disiarkan secara langsung oleh media penyiaran Lebanon pada hari Kamis. Nasrallah menyatakan, "Komandan senior kami memakai penyeranta versi lama, sementara yang terbaru tentu sudah diberikan kepada pihak lain. Dengan demikian, para anggota komando kami tidak terpengaruh oleh aksi biadab ini." Penjelasan tersebut menyoroti penghindaran terhadap risiko yang mungkin timbul dari pemakaian peralatan modern yang lebih rentan. Lebih lanjut, Nasrallah menegaskan bahwa Hizbullah akan memberikan respon terhadap Israel terkait sejumlah sabotase yang terjadi. Dia menyatakan bahwa mereka akan melakukan penghancuran terhadap perangkat komunikasi yang digunakan oleh musuh. Namun, Nasrallah tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai langkah konkret yang akan diambil. Sebelumnya, pada hari Selasa, tanggal 17 September, banyak penyeranta yang mengalami ledakan di berbagai lokasi di Lebanon. Berdasarkan sejumlah laporan media, penyeranta yang digunakan oleh anggota Hizbullah adalah sistem komunikasi tertutup yang dirancang untuk mengurangi risiko dari potensi peretasan atau penyadapan. Sistem komunikasi ini dipilih karena dianggap lebih aman. Pasca terjadinya ledakan yang melibatkan penyeranta tersebut, insiden ledakan juga terjadi pada berbagai model *walkie-talkie*, alat komunikasi berbasis gelombang radio, di banyak daerah di Lebanon. Peristiwa ini menunjukkan kerentanan sistem komunikasi yang digunakan di dalam konflik yang sedang berlangsung. ANTARA