BORNEONEWS, Kotim - Sehari sebelum menjadi korban pembunuhan dua pemuda pemabuk, Selasa (2/8/2016) dini hari, kakek Aliansyah (65), sempat cekcok dengan kedua terduga pelaku, AB dan B. Warga Gang Rahim 4, Jalan Iskandar 30, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur (Kotim) itu, ditemukan tewas di rumahnya, dengan tubuh penuh luka tusuk.
Adi, salah satu warga Gang Rahim, mengaku sempat melihat korban bersama terduga pelaku bekerja di pelabuhan, mereka bertengkar mulut. Bahkan antara AB dan B mengatakan, bisa nekad menyabetkan senjata tajam kepada korban. “Memang sempat cekcok antara terduga pelaku dan korban, namun tidak sempat adu jotos ataupun terjadi pemukulan. Karena saat itu masih banyak warga atau pekerja di sekitar tempat tersebut,” ujar Adi, Rabu (3/8/2016).
Cekcok tersebut terjadi karena kedua terduga pelaku tidak terima dengan teguran, agar keduanya berhenti minum minuman keras. Teguran tersebut membuat kedua anak muda itu tersinggung. Diduga karena itu, keduanya menyerang korban yang tinggal sendiriyan di rumahnya. Aliansyah tewas akibat sabetan parang di leher, punggung, belakang, lengan kiri, dan juga jari kanannya.
Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan mengatakan, pihaknya terus mencari terduga pelaku pembunuhan tersebut. Sejumlah saksi-saksi sudah dimintai keterangan. Selain itu otopsi terhadap jasad korban juga dilakukan.
“Masih kami cari pelakunya, dan tentu hal tersebut menjadi prioritas karena membuat nyawa seseorang melayang,” ungkap Hendra.
Dari pantauan Borneonews, pada malam hari usai kejadian, puluhan warga terus melakukan pencarian terhadap pelaku. Mereka silih berganti memeriksa puluhan gudang semen atau pupuk i daerah itu. Warga khawatir terduga pelaku bersembunyi di tempat tersebut. Tetapi, sampai Rabu petang, pelaku yang masih dalam pengejaran apareat Polres Kotim, belum berhasil ditangkap. (M. HAMIM/N).








