SURABAYA –
**Borneonews - Banyuwangi**, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang terletak di Jawa Timur, menunjukkan konsistensi dalam memberikan dukungan serta pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Salah satu fokus perhatian mereka adalah pada pengembangan usaha *rengginang*, sebuah makanan tradisional yang banyak digemari. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa ia telah melakukan kunjungan ke dua lokasi produksi *rengginang* yang terletak di Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, daerah yang berada di bagian utara Banyuwangi. Dalam kunjungannya, Bupati Ipuk menyatakan pentingnya keberadaan Dinas Koperasi dan UMKM dalam mengawasi serta memberikan pendampingan agar usaha yang dikelola dapat terus berkembang dan berinovasi. Salah satu rumah produksi *rengginang* tersebut dimiliki oleh seorang pengusaha bernama Endang, yang melanjutkan usaha rumahan yang telah dirintis oleh ibunya yang kini sudah lanjut usia. Produk *rengginang* yang dihasilkannya memiliki berbagai varian rasa, di antaranya adalah rasa terasi, manis, dan bawang. Saat ini, produk *rengginang* tersebut telah berhasil dipasarkan ke puluhan toko di kawasan Wongsorejo. Bupati Ipuk menambahkan, pihaknya akan memberikan bantuan dalam proses perizinan serta pengurusan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), yang bertujuan untuk menjamin keamanan dan kehalalan produk yang dipasarkan. Selain itu, Dinas Koperasi juga akan berkontribusi dalam mendesain kemasan produk agar lebih menarik, sehingga dapat memperluas pemasaran. Dalam upaya meningkatkan layanan publik, Pemkab Banyuwangi menyediakan berbagai layanan seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis *Online Single Submission (OSS)*, perpajakan, konseling kesehatan, serta pelatihan bagi UMKM. Semua layanan ini dilakukan dalam rangka Program Bunga Desa, yaitu program di mana Bupati turun langsung ke desa-desa. Pada kesempatan tersebut, Bupati Ipuk tidak hanya meninjau kemajuan infrastruktur jalan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga melakukan penguatan di bidang pendidikan serta pengembangan UMKM. Ia terus berupaya untuk menggali potensi yang ada di masing-masing desa untuk mendapatkan dukungan dan pengembangan yang lebih masif. Sebagai contoh, di Desa Sidodadi, ia juga mengunjungi usaha kacang asin oven milik Asmawi sebagai bagian dari upaya tersebut. ANTARA