JAKARTA –
**Borneonews - Deli Serdang**, Seorang atlet jujitsu asal Jawa Timur, Deva Bagus Setyo, berhasil meraih medali emas dalam kategori *newaza* putra -62 kilogram pada PON XXI yang berlangsung di Aceh dan Sumatera Utara tahun 2024. Prestasi gemilang ini diraihnya meskipun sempat mengalami penurunan kondisi mental setelah harus menghadapi pertandingan ulang di babak semifinal. Deva, yang lahir di Ponorogo pada 17 Desember 2002, mengungkapkan rasa syukurnya setelah meraih medali emas. "Saya jujur masih sulit percaya. Saat final, saya sempat merasa putus asa. Namun, alhamdulillah, Allah memberikan kekuatan dan saya akhirnya bisa membawa pulang medali emas," ujarnya di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada hari Jumat. Sebelum melaju ke babak final, ia harus menghadapi Ananda Mauludi Ikhsan dari Jawa Barat dalam pertandingan ulang yang diadakan di *Martial Arts Arena*, Kompleks Sumut Sport Center. Dalam semifinal pertama, Deva berhasil menang. Namun, pihak ofisial dari Jawa Barat melakukan banding yang mengakibatkan pertandingan ulang disepakati. Dalam pertandingan ulang tersebut, baik Deva maupun Ananda tampil agresif, tanpa ada yang berhasil mencetak poin selama waktu yang ditentukan. Karena kedua atlet tidak mendapatkan poin, lama pertandingan diperpanjang menjadi 60 menit, yang dikenal dengan istilah *golden score*. Pada saat tersebut, keduanya berusaha keras untuk mendapatkan poin pertama, yang akan menentukan pemenang. Pada akhirnya, meskipun awalnya Deva dinyatakan kalah, pelatihnya, Yunus Jujior Paays, melakukan banding dan berhasil mengajukan protes, sehingga Deva diberikan kesempatan untuk melanjutkan ke babak final. Waktu yang singkat antara semifinal dan final tidak mematahkan semangat Deva. Ia berhasil mengalahkan William Gunawan, perwakilan DKI Jakarta, pada partai final. Momen ini menjadi sangat berarti bagi Deva, terutama setelah melewati perjuangan yang penuh ketegangan, termasuk perpanjangan waktu. "Saya dedikasikan medali emas ini untuk ibu saya yang kini sedang bekerja sebagai TKW di Hong Kong, dan untuk semua yang telah mendukung saya mencapai hal ini. Tanpa dukungan teman-teman dan seluruh pengurus di Jawa Timur, saya tidak mungkin bisa sampai di sini," tutur Deva. Deva juga mengungkapkan perjuangannya menjelang pertandingan. Ia mengaku kesulitan tidur selama dua hari sebelum kompetisi, bahkan hanya bisa tidur sekitar dua jam dalam sehari. Namun, dukungan penuh dari ibunya yang bekerja sebagai TKW memberikan motivasi untuk terus berjuang. "Ibu saya tidak bisa hadir karena masih di Hong Kong, sementara ayah bekerja di Kalimantan. Namun, ibu selalu menginginkan saya menjadi orang yang berhasil," tambah Deva. Dari usia muda, Deva telah bercita-cita untuk berprestasi di ajang internasional, seperti *SEA Games*, *Asian Games*, dan bahkan Olimpiade. "Saya akan semakin semangat dan percaya diri. Tantangan ke depan tentu akan lebih sulit, namun saya bertekad untuk terus maju dan berjuang," tuturnya. Pada kategori *newaza* putra -62 kilogram di PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, medali perak diraih oleh William Gunawan dari DKI Jakarta, sementara medali perunggu dibagi antara Ananda Mauludi Ikhsan dari Jawa Barat dan Muhammad Raihan dari Sumatera Utara, tuan rumah kompetisi ini. ANTARA