**Borneonews - Jakarta**, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa hubungan kerjasama yang terjalin antara Indonesia dan China saat ini bersifat saling melengkapi dan menguntungkan bagi kedua negara. Menjelang peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-China, banyak pencapaian di bidang kerjasama bilateral, terutama dalam sektor ekonomi, yang telah diraih.
Airlangga menekankan pentingnya hubungan ini yang didasari oleh sejarah panjang interaksi serta sikap saling menghargai yang terus berkembang menjadi *Kerja Sama Komprehensif dan Strategis*. Dalam sambutannya di acara perayaan Hari Nasional ke-75 China yang berlangsung di Jakarta, ia menyampaikan bahwa total nilai perdagangan antara China dan Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 127,8 miliar dolar AS, atau sekitar Rp1,94 kuadriliun. Di samping itu, China tercatat sebagai investor asing terbesar kedua di Indonesia dengan nilai investasi sebesar 7,43 miliar dolar AS, atau setara Rp113,05 triliun, tanpa menghitung Hong Kong.
Besar dan signifikan nilai perdagangan serta investasi ini menunjukkan bahwa China merupakan mitra kunci bagi Indonesia dalam upaya pembangunan ekonomi nasional. Airlangga melanjutkan, selama periode antara tahun 2014 hingga 2023, Presiden Joko Widodo telah melakukan tujuh kunjungan ke China dan telah bertemu dengan Presiden China, Xi Jinping, dalam banyak kesempatan.
Pertemuan tersebut mencerminkan adanya sikap saling menghargai serta visi yang serupa untuk masa depan, di mana kerjasama antara kedua negara tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah saat ini, tetapi juga pada pembangunan sebuah warisan berharga yang melibatkan kolaborasi dan persahabatan yang tahan lama, kata Menko Perekonomian.
Ia juga percaya bahwa di bawah kepemimpinan mendatang oleh Presiden Prabowo Subianto, hubungan dan pencapaian yang telah diraih dalam kerjasama RI-China dapat terus dipertahankan demi kemajuan bersama.
Selain fokus pada kerjasama dengan Indonesia, Airlangga juga menyoroti pentingnya hubungan antara China dan ASEAN yang telah mencapai tingkat pencapaian yang sangat tinggi. China telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 15 tahun terakhir, sejak tahun 2009.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar bagi China selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 2020. Berdasarkan data statistik ASEAN, volume perdagangan antara China dan ASEAN pada tahun 2023 mencapai angka tertinggi yang pernah ada, yaitu 702 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp10,68 kuadriliun.
ANTARA
Kerja Sama Indonesia-China, Pilar Penting Ekonomi ASEAN
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Tokoh Lintas Agama Ingatkan Pentingnya Huma Betang dan Kerukunan di Kalteng
Kabinda Kalteng Ajak Tokoh Agama Edukasi Masyarakat Bijak Bermedia Sosial
Hari Santri Nasional Momentum Perkuat Komitmen Cetak Generasi Emas
Polda Kalteng Lakukan Penanaman Pohon di Bekas Lokasi Karhutla, Wujudkan Green Policing
Kebakaran di Sungai Andai Banjarmasin, Dua Rumah Terdampak
BPBD Kapuas Sampaikan Duka atas Meninggalnya Warga yang Kerap Bantu Padamkan Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







