**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah resmi meluncurkan program *Tempo Kas Tuntas*, yang merupakan upaya inovatif untuk mempercepat eliminasi penyakit malaria di Kabupaten Mimika, yang terletak di Provinsi Papua Tengah. Peluncuran ini bertujuan untuk menanggulangi situasi yang semakin mendesak terkait penyebaran penyakit malaria di tanah air.
Dalam penjelasannya yang diterima di Jakarta, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2023, Indonesia telah melaporkan sebanyak 418.546 kasus malaria. Data ini menunjukkan bahwa malaria menduduki posisi sebagai penyakit menular kedua tertinggi setelah tuberkulosis (TBC).
Menteri Budi menekankan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia menjelaskan, untuk dapat menjalankan tugas tersebut, sangat penting untuk memahami pola penyakit serta epidemiologinya. Pendekatan yang paling efektif dalam menjaga kesehatan, menurutnya, adalah dengan memfokuskan diri pada upaya promotif dan preventif. Selain lebih terjangkau dari segi biaya, pendekatan ini juga dinilai memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Budi memaparkan berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit malaria. Ini mencakup edukasi kepada masyarakat mengenai kebiasaan-kebiasaan sehat, seperti penggunaan kelambu saat tidur, penerapan losion anti-nyamuk, serta pelaksanaan program minum obat secara massal untuk mencegah penyebaran penyakit dalam komunitas. Selain itu, dilakukan juga skrining melalui tes *rapid diagnostic test* (RDT), yang diharapkan dapat mengurangi risiko infeksi malaria.
Program percepatan eliminasi malaria dengan nama *Tempo Kas Tuntas* adalah singkatan dari Tanggulangi Eliminasi Malaria melalui Periksa darah, Obati, dan Awasi Kepatuhan Pengobatan hingga tuntas. Inisiatif ini berfokus pada intervensi terhadap manusia dan vektor malaria dengan cara menemukan kasus, memberikan pengobatan yang sesuai, mengawasi konsumsi obat hingga selesai, serta pemantauan pascapengobatan. Di samping itu, juga dilakukan intervensi pada vektor di daerah dengan kasus malaria positif.
Dr. Yudhi Pramono, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, mengatakan bahwa penurunan kasus malaria di wilayah Papua akan memberikan dampak yang signifikan terhadap angka keseluruhan kasus malaria di Indonesia. Hal ini pada gilirannya akan berkontribusi terhadap pencapaian eliminasi malaria secara keseluruhan di tingkat nasional.
Yudhi menambahkan bahwa langkah-langkah intensif akan segera diambil untuk mempercepat penurunan kasus. Ini meliputi peningkatan penemuan kasus, pengobatan yang tuntas, dan pengendalian vektor yang dilakukan secara terpadu, didukung dengan pemberdayaan masyarakat di daerah dengan kasus malaria yang tinggi.
Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, menyampaikan harapannya terhadap keberhasilan program inovasi *Tempo Kas Tuntas* dalam penanganan malaria di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Mimika. Ia menyatakan komitmennya untuk mengeliminasi malaria, mengingat Papua Tengah merupakan salah satu wilayah dengan kasus malaria yang masih cukup tinggi. Ribka mengingatkan bahwa kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan dari organisasi internasional, sangat diperlukan untuk mewujudkan wilayah Papua yang bebas dari malaria.
ANTARA
Kementerian Kesehatan Luncurkan Tempo Kas Tuntas untuk Eliminasi Malaria
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







