PALEMBANG –
**Borneonews - Palembang**, Sebanyak 56 mantan anggota Jamaah Islamiyah yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan telah melakukan ikrar kesetiaan mereka kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Acara pernyataan komitmen tersebut berlangsung pada tanggal 20 September dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Kombes Pol Sunarto, selaku Kabid Humas Polda Sumsel, menjelaskan bahwa ikrar yang dilakukan merupakan bagian dari kegiatan yang diberi nama *Sanjo Kawan-Kawan Guritan*. Kegiatan ini memiliki makna sebagai ajang silaturahmi antar anggota komunitas Guritan, sekaligus sebagai upaya untuk membangun kembali kepercayaan di antara masyarakat. Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror Polri. Mantan Ketua Fatwa Jamaah Islamiah, Imtihan Safi'i, dalam kesempatan itu menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi mengenai beberapa pemikiran serta ideologi yang sebelumnya mendukung tindakan ekstremisme dan radikalisme. Imtihan menegaskan bahwa mereka yang berkomitmen pada *Ahlul Sunnah Waljamaah* memandang bahwa ekstremisme dan radikalisme bukanlah bagian dari ajaran mereka. Oleh karena itu, mereka sepakat untuk membubarkan organisasi tersebut dan menyatakan komitmen mereka untuk kembali kepada NKRI. Ia juga menyoroti bahwa di wilayah Sumatera Selatan, terdapat banyak simpatisan yang terbuka untuk menerima pendekatan melalui dakwah. Meskipun sudah banyak yang menyatakan kesetiaan kembali kepada NKRI, masih terdengar laporan bahwa ada beberapa anggota Jamaah Islamiah yang belum melakukan deklarasi serupa. Setelah secara resmi membubarkan diri, mereka bertekad untuk memperbaiki citra di mata masyarakat dan pemerintah. Dengan demikian, diharapkan mereka dapat diterima kembali di lingkungan sosial yang lebih luas. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 5.000 anggota atau simpatisan dari Jamaah Islamiah telah menyatakan ikrar setia mereka kepada NKRI. "Kami berkomitmen untuk kembali beramal baik selaras dengan peraturan yang berlaku dan senantiasa loyal kepada NKRI," ungkap Imtihan dengan tegas. ANTARA