KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas mengambil langkah dalam mendukung transisi energi hijau dan target Net Zero Emission (NZE) 2060 melalui kerja sama dengan PT PLN Nusantara Power Pulang Pisau.

Dalam pertemuan yang digelar di Ruang Rapat Sekda Kapuas, Jalan Pemuda Km 5,5, dibahas draft MoU dan jadwal penandatanganan kerjasama yang akan berfokus pada pengembangan tanaman energi di Desa Rawa Subur, Kecamatan Kapuas Murung.

Sekda Kapuas, Septedy yang memimpin pertemuan tersebut menyampaikan proyek ini merupakan inovasi strategis untuk memanfaatkan lahan kritis dengan menanam tanaman energi seperti Gamal dan Indigofera di atas lahan seluas 225 hektare.

"Ini bukan hanya langkah menuju energi berkelanjutan, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Rawa Subur," katanya, Jumat, 20 September 2024.

Menarik dari proyek ini adalah potensinya sebagai sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat setempat.

Septedy menekankan pentingnya peran serta aktif dari Camat dan Kepala Desa untuk memetakan lahan-lahan kritis lain yang layak dikembangkan lebih lanjut.

“Dengan lahan yang lebih luas, masyarakat bisa terlibat lebih banyak, dan tentunya, pendapatan mereka bisa meningkat,” tambahnya.

Selain itu, kerjasama ini juga menunjukkan bahwa Kabupaten Kapuas tidak ingin tertinggal dalam agenda nasional maupun global untuk pengurangan emisi karbon. Dengan mendukung penggunaan tanaman energi yang ramah lingkungan.

--page

Daerah ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian target NZE 2060, yang merupakan komitmen Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan dari PLN Nusantara Power Pulang Pisau, PLN Energi Primer Indonesia (EPI), dan beberapa instansi terkait menyatakan siap mendukung dan mempercepat proses penyelesaian MoU. Ditargetkan, draft MoU akan selesai minggu depan, dengan rencana penandatanganan segera dilakukan setelahnya. (DODI/R)