YOGYAKARTA –
**Borneonews - Gunungkidul**, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul, yang terletak di Daerah Istimewa Yogyakarta, baru-baru ini menyelenggarakan acara bertajuk *Memetri Jaladri* di Plaza Pantai Baron. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan konsumsi ikan serta menjaga kualitas produk perikanan melalui implementasi sistem rantai dingin yang lebih baik. Kepala DKP Gunungkidul, Johan Wijayanto, menjelaskan bahwa acara tersebut menjadi momen penting dalam memperkuat sinergi antara nelayan dan kelompok pemasar serta pengolah hasil perikanan (poklahsar). Ia menjelaskan, "Kami berupaya untuk memastikan mutu produk perikanan tetap terjaga melalui berbagai skema pendanaan, termasuk penerapan sistem rantai dingin yang mendukung pengelolaan hasil tangkapan laut." Di dalam acara tersebut, sepuluh kelompok usaha bersama (KUB) nelayan hadir untuk menerima e-Buku Kapal Perikanan (e-BKP), yang dinilai sebagai salah satu legalitas penting di sektor perikanan dan kelautan. Penyerahan e-BKP dilaksanakan secara simbolis oleh Bupati Gunungkidul, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung para nelayan. Dalam kesempatan yang sama, Johan juga melaporkan mengenai perkembangan perbaikan talud di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Baron. Talud ini sebelumnya mengalami kerusakan akibat ombak tinggi pada 31 Mei 2024. DKP Gunungkidul, bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP), Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), berhasil menyelesaikan perbaikan talud tersebut lebih cepat dari jadwal yang ditargetkan. Perbaikan ini selesai pada 15 Agustus 2024 dengan total anggaran mencapai Rp187,7 juta. "Perbaikan tersebut tidak hanya mencakup talud, tetapi juga fasilitas kamar mandi dan pengecatan. Semua ini sangat diperlukan demi memperlancar akses keluar-masuk kapal nelayan," tambah Johan. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menekankan pentingnya sektor kelautan bagi perekonomian daerah setempat. Ia mengakui bahwa meskipun pengelolaan sumber daya laut di Gunungkidul sudah memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi, masih terdapat kebutuhan akan alat dan fasilitas yang lebih memadai. Lebih lanjut, Bupati Sunaryanta mengungkapkan rencananya untuk melanjutkan pembangunan talud dan penataan Pantai Baron pada tahun 2025. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan di Kabupaten Gunungkidul. "Kegiatan *Memetri Jaladri* ini diharapkan dapat memperkuat komitmen semua pihak dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut dan meningkatkan kesejahteraan para nelayan di wilayah kita," tutup Bupati Sunaryanta. ANTARA