**Borneonews - Lumajang**, Gunung Semeru, yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut, telah menunjukkan aktivitas vulkanis yang signifikan dengan sembilan letusan yang teramati pada Jumat pagi. Peristiwa ini berlangsung antara pukul 06.00 hingga 11.00 WIB.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Liswanto, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.11 WIB. Letusan ini menghasilkan kolom abu dengan tinggi mencapai sekitar 300 meter di atas puncak gunung. Warna abu yang teramati berada dalam spektrum putih hingga kelabu, dengan arah disperse abu yang bergerak menuju selatan.
Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 06.37 WIB, juga dengan ketinggian kolom abu yang mirip, yaitu sekitar 300 meter, sehingga sejauh ini tinggi puncak gunung menjadi 3.976 mdpl. Kolom abu yang sangat mirip juga teramati pada erupsi yang ketiga pada pukul 06.40 WIB, meskipun visual letusan tidak dapat diamati dengan jelas.
Setelah itu, letusan kembali terjadi pada pukul 08.35 WIB, di mana kolom abu teramati juga setinggi 300 meter, kali ini dengan arah yang sedikit berbeda, yaitu tenggara. Pada saat laporan disusun, erupsi dipastikan masih berlangsung dan menciptakan kolom abu berwarna putih hingga kelabu.
Sejalan dengan catatan yang diperoleh, aktivitas Gunung Semeru terus berlanjut dengan enam letusan lainnya yang terjadi pada pukul 08.45 WIB, 09.36 WIB, 09.51 WIB, 10.41 WIB, dan 10.48 WIB. Penting untuk dicatat bahwa visual letusan untuk beberapa erupsi kemudian tidak teramati.
Liswanto menjelaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini adalah Waspada, dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan beberapa rekomendasi untuk keselamatan masyarakat. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di area tenggara, khususnya di sepanjang Besuk Kobokan, dalam radius delapan kilometer dari puncak gunung.
Lebih jauh, di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan, guna menghindari potensi ancaman dari meluasnya awan panas dan aliran lahar yang dapat menyebar hingga 13 km dari puncak. Selain itu, penting bagi masyarakat untuk tidak berada dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak gunung, karena adanya risiko lontaran material vulkanik.
Masyarakat disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas, aliran lava, dan lahar yang dapat terjadi di aliran sungai atau lembah yang bersumber dari puncak Gunung Semeru. Hal ini terutama berlaku di sepanjang aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai kecil yang bermuara di Besuk Kobokan. Kewaspadaan ini perlu dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih besar dari aktivitas vulkanis tersebut.
ANTARA
Gunung Semeru Erupsi Sembilan Kali, Masyarakat Dihimbau Waspada
Bagikan:

SURABAYA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







