KENDARI –
**Borneonews - Kendari**, Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melaksanakan pembagian bibit pala sebanyak 66 ribu kepada para petani di empat kabupaten yang ada di wilayah tersebut. Kegiatan ini merupakan langkah strategis guna mendukung pengembangan komoditas pala sebagai salah satu andalan pertanian di Sultra. Kepala Bidang Perkebunan Disbun Sultra, Akbar Effendi, memberikan penjelasan mengenai distribusi bibit pala tersebut. Menurutnya, pembagian bibit ini bertujuan untuk meningkatkan produksi serta produktivitas tanaman, baik yang termasuk dalam kategori perkebunan maupun hortikultura. Adapun rincian distribusi bibit pala tersebut adalah sebagai berikut: Kabupaten Konawe Selatan menerima 47 ribu bibit, Konawe Kepulauan mendapatkan 7.600 bibit, Kolaka juga menerima 7.600 bibit, dan sebanyak 3.800 bibit pala diserahkan kepada petani di Kolaka Timur. Akbar Effendi juga menjelaskan bahwa bibit pala ini diberikan secara gratis sebagai wujud perhatian pemerintah terhadap sektor pertanian. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan para petani sekaligus mendongkrak produktivitas pertanian lokal. “Pembagian ini kami tujukan untuk kelompok-kelompok tani swadaya yang operasional di Sultra. Kami berharap bibit yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para petani,” ungkapnya. Untuk mendapatkan bibit secara gratis, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Kelompok tani yang ingin berpartisipasi harus memiliki surat keputusan (SK) penetapan dari desa atau kelurahan setempat. Mereka juga diharuskan mengajukan proposal atau permintaan kepada Dinas Perkebunan dan Hortikultura. Selanjutnya, kelompok tani tersebut wajib memiliki lahan pertanian dan terdaftar dalam aplikasi Sistem Penyuluh Pertanian atau *Simultan*. Dalam sistem ini, terdapat data terkait petani dan lahan mereka, yang memungkinkan pemerintah untuk memantau perkembangan serta memberikan bantuan teknis yang diperlukan. “Petani yang terdaftar juga akan mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian secara berkala, yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan serta kemandirian mereka dalam bertani,” tambah Akbar. Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pertanian di Sultra, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat petani. ANTARA