SEMARANG –
**Borneonews - Solo**, Perry Warjiyo yang baru terpilih kembali sebagai Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) untuk periode 2024-2027 dalam Kongres ISEI yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa organisasi ini memberikan serangkaian rekomendasi kepada pemerintah baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Setelah proses pemilihan di kongres yang berlangsung pada hari Jumat, Perry yang juga menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia mengungkapkan bahwa dalam rekomendasi untuk jangka pendek, ISEI menekankan pentingnya hilirisasi sektor pangan. Fokus utama dari hilirisasi ini adalah pada komoditas yang dapat memperkuat ketahanan pangan, menjaga stabilitas harga, serta menciptakan lapangan kerja. Beberapa komoditas yang disoroti termasuk beras, cabai, dan bawang merah. Perry juga menegaskan bahwa untuk jangka panjang, hilirisasi perlu diarahkan pada aspek produktivitas. Ini mencakup pengembangan kelembagaan perdagangan di tingkat daerah serta strategi pembiayaan yang lebih efektif. Ia menyampaikan bahwa Presiden sangat menghargai kontribusi rekomendasi kebijakan yang diberikan oleh ISEI. Lebih lanjut, Perry menjelaskan bahwa hilirisasi sektor pangan merupakan hal yang krusial, karena ketersediaan pangan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Dengan hilirisasi yang baik, diharapkan dapat tercipta ketahanan pangan yang lebih kuat, pengurangan ketergantungan pada impor, serta penciptaan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ketika ditanya mengenai langkah-langkah taktis yang akan diambil, Perry menjawab bahwa ISEI berencana untuk mengembangkan model-model khusus. Ini termasuk memperluas komoditas yang dikelola, misalnya dengan memasukkan rumput laut, kopi, dan kakao ke dalam daftar komoditas yang diperhatikan. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja, terutama bagi generasi milenial, melalui pelaksanaan program-program yang telah direncanakan. Rencana ini akan disampaikan kepada pemerintah pusat dan daerah untuk dilaksanakan secara lebih luas. ANTARA