**Borneonews - Jakarta**, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki banyak potensi untuk memberikan kontribusi signifikan dalam mencapai tujuan global nol emisi karbon, yang dikenal dengan istilah *net zero emissions* (NZE). Keyakinan ini didasari oleh besarnya sumber daya energi terbarukan yang dimiliki Indonesia, yang dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Bahlil mengungkapkan, "Kita memiliki kemampuan luar biasa terhadap sumber daya alam. Energi terbarukan kita cukup melimpah." Pernyataan tersebut mencerminkan optimisme pemerintah dalam mengelola dan memanfaatkan energi hijau agar dapat mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dalam pandangannya, transisi menuju penggunaan energi terbarukan seharusnya dianggap sebagai suatu keharusan, bukan sekedar pilihan yang dapat diabaikan. Oleh karena itu, Bahlil menegaskan pentingnya peran aktif Indonesia dalam hal ini, dengan fokus pada pelestarian alam dan optimalisasi sumber energi bersih.
"Di era sekarang, dunia tengah berfokus pada *green energy* dan *green industry* yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Maka dari itu, kita harus menjadikan pembangunan yang berwawasan lingkungan sebagai prioritas utama," tambahnya.
Lebih lanjut, ia mencatat bahwa tren penggunaan energi ramah lingkungan kini telah menyentuh sektor perbankan. Di sejumlah negara di Eropa, lembaga keuangan mulai menerapkan syarat yang mengharuskan adanya rekomendasi dari lembaga lingkungan sebelum memberikan pembiayaan. "Di Eropa dan beberapa negara lainnya, perbankan hanya akan memberikan kredit jika ada rekomendasi dari lembaga-lembaga pemerhati lingkungan," ujar Bahlil.
Indonesia sendiri memiliki potensi yang sangat besar dalam pengembangan bauran Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan total mencapai 3.687 gigawatt. Potensi ini mencakup pengembangan energi air (hidro) sebesar 95 gigawatt, tenaga surya mencapai 3.294 gigawatt, bioenergi sebesar 57 gigawatt, panas bumi (geotermal) sebesar 23 gigawatt, energi angin 155 gigawatt, serta potensi elektrifikasi dari sumber daya laut yang mencapai 63 gigawatt.
Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah menetapkan target ambisius untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) sesuai dengan peningkatan Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional (Enhanced-Nationally Determined Contribution/E-NDC), yaitu sebanyak 912 juta ton CO2 menjelang tahun 2030. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat berperan aktif dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim dan menuju ke arah yang lebih berkelanjutan.
ANTARA
Indonesia Siap Berkontribusi Menuju Nol Emisi Karbon Global
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Fredy Setiawan Raih Perak Para Bulu Tangkis, Akui Kurang Puas
Kholidin/Noviera Melaju ke Final para Panahan Asian Para Games 2026
Gempa Tibet Tewaskan 16 Orang, 54 Lainnya Terluka
DPRD Kotim Dorong Anggaran Rp3,3 M untuk Laboratorium Lingkungan demi Optimalkan PAD
Leli/Osrita Raih Perunggu para Tenis Meja Ganda Putri WD10
Komentar (0)
Memuat komentar…







