BORNEONEWS, Sampit - Warga di Kabupaten Kotawaringin Timur khawatir dengan adanya kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan palsu yang beredar di sejumlah kota-kota besar di Jawa.
“Ini harus ada perhatian dari pemerintah jangan sampai warga yang dikorbankan,” kata Sarif, seorang warga di Desa Rasau Tumbuh Kecamatan Kotabesi, Rabu (3/8/2016).
Temuan adanya BPJS palsu di Jawa ternyata tidak terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur. Sebab selama isu itu ramai diberitakan media, tidak ada ditemukan warga yang melapor, baik ke aparat maupun ke kantor BPJS Kesehatan Cabang Sampit.
Sarif yang juga merupakan mantan Kepala Desa setempat mengaku, semasa dia mengakhiri tugasnya sebagai kepala desa pada awal 2016, tidak menemukan adanya kartu bBPJS palsu yang beredar di desanya itu.
“Selama saya jadi kepala desa kemarin sih tidak ada keluhan adanya kartu BPJS palsu,” katanya.
Sebab, selama ini ketika ada warga yang hendak masuk ke BPJS dia langsung mengarahkan untuk ke kantor BPJS kesehatan langsung.
Meski demikian, Sarif berharap kepada petugas BPJS Kesehatan Cabang Sampit segera memberikan sosialisasi tentang ciri-ciri serta cara membedakan yang mana kartu BPJS Kesehatan yang asli maupun yang palsu. Hal itu untuk menghindari adanya oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab dengan memberikan BPJS palsu kepada warga.
Sementara itu, Lurah Baamang Hulu Kecamatan Baamang, Sufiansyah mengaku di wilayahnya tidak ada keluhan warga atau temuan adanya kartu BPJS palsu di masyarakat.
“Tidak ada keluhan warga adanya BPJS palu disini. Kalau di media memang ramai,” katanya. (RAFIUDIN/m)








