**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus melakukan upaya koordinasi secara intensif dalam satuan tugas (satgas) yang bertujuan menurunkan harga tiket pesawat. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran masyarakat mengenai tingginya tarif tiket penerbangan saat ini.
Dalam pernyataannya, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf, Wisnu Sindhutrisno, menjelaskan bahwa komponen komprehensif terkait harga tiket pesawat melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Beberapa elemen yang perlu diperhatikan, di antaranya harga bahan bakar pesawat, pajak, serta pengaturan penerbangan itu sendiri. Oleh karena itu, Kemenparekraf secara rutin melakukan koordinasi bulanan untuk mengoptimalkan peran masing-masing kementerian dalam mencapai tujuan penurunan harga tiket.
Wisnu optimis bahwa harga tiket pesawat dapat kembali mengalami penurunan pada semester pertama tahun depan, meskipun hal itu tidak mungkin mengembalikan harga tiket ke level sebelum pandemi COVID-19. "Kami terus bekerja keras dan berharap semester pertama tahun 2025, harga tiket pesawat sudah berangsur-angsur kembali pada tingkat yang lebih terjangkau. Kami menyadari ada beragam tantangan yang harus dihadapi, namun kami sedang memilah dan memetakan solusi satu per satu," ujarnya.
Lebih lanjut, Kemenparekraf juga berupaya mendorong wisatawan untuk mempertimbangkan penggunaan moda transportasi lain, selain pesawat, seperti kereta api, kendaraan darat, atau kapal feri guna mencapai destinasi wisata.
"Memang, Kemenparekraf berkomitmen untuk terus mempromosikan destinasi pariwisata kami, sedangkan alternatif perjalanan non-penerbangan juga kami dorong. Sebagai contoh, perjalanan darat, melalui kereta api, atau menggunakan kapal feri antara Batam dan Bintan. Kami mengajak wisatawan untuk menjajal opsi-akses transportasi lain yang relatif lebih ekonomis," ungkap Wisnu Sindhutrisno.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, telah mengumumkan upaya efisiensi dalam operasional penerbangan guna menurunkan harga tiket pesawat. Antara lain, langkah ini melibatkan evaluasi terkait biaya operasi pesawat.
Luhut menekankan pentingnya untuk mengidentifikasi secara detail komponen penyusun *Cost Per Block Hour* (CBH), yang merupakan elemen biaya terbesar dalam operasional pesawat. Dia juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan strategi yang mampu mengurangi nilai CBH, dengan mempertimbangkan jenis pesawat dan tingkat layanan penerbangan yang diberikan.
ANTARA
Kemenparekraf Intensif Upaya Turunkan Harga Tiket Pesawat
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Berangkat dari Pengetahuan Warga Kinipan, Enam Siswa di Kalteng Teliti Bobah Bebara
Satresnarkoba Polres Seruyan Tangkap Pengedar Sabu di Rungau Raya, 14 Paket Disita
Kemenpar Harap Sepak Bola Sebagai Sport Tourism Promosikan Pariwisata
DPKP Tingkatkan Pemantauan Kesehatan Hewan di Tengah Ancaman Kabut Asap
Pelajar SMA Palangka Raya Raih Medali Emas Kompetisi Riset Internasional
SMAN 3 Kasongan Terima Dua Interactive Panel Display dan Starlink
Komentar (0)
Memuat komentar…







