PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti mengatakan pada Agustus 2024, Nilai Tukar Nelayan atau NTN mengalami penurunan sebesar 0,96 persen.

"Penurunan ini disebabkan karena penurunan indeks harga hasil produksi pertanian atau It pada tingkat nelayan sebesar 1,07 persen," kata Agnes pada Jumat, 20 September 2024.

Penurunan pada It jauh lebih besar dari penurunan indeks harga yang dibayar petani atau Ib yang sebesar 0,10 persen.

"Penurunan It disebabkan oleh penurunan indeks harga produksi pada salah satu kelompok penyusunnya, yakni kelompok penangkapan perairan umum yakni baung atau tagih, sogo, lais, dan gabus sebesar 2,74 persen," bebernya.

Sebaliknya kelompok penangkapan laut seperti rajungan dan tenggiri justru mengalami kenaikan sebesar 0,80 persen.

"Adapun penurunan Ib sebesar 0,10 persen didominasi oleh penurunan indeks kelompok KRT sebesar 0,54 persen," jelasnya.(TESTI PRISCILLA/R)