BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sejumlah kepala daerah menilai bahwa di usianya yang ke-14 saat ini, tidak bisa ditutup-tutupi bahwa wajah pembangunan kabupaten Lamandau mengalami kemajuan sangat signifikan. Tak hanya itu, Kabupaten Lamandau juga dinilai telah berdiri sejajar dengan sejumlah daerah di Kalimantan Tengah yang secara usia justru jauh lebih dewasa.

Penilaian seperti itu justru terlontar dari beberapa kepala daerah yang ada di Kalteng, sebut saja diantaranya adalah Bupati Murung Raya, Perdie M. Yosep, dan Bupati Kotawaringin Barat Bambang Purwanto, yang tampak langsung hadir dalam peringatan HUT Kabupaten Lamandau ke-14, Rabu (3/8/2016).

"Jika kita coba kilas balik dengan 14 tahun silam, secara objektif saya menilai bahwa prospek pembangunan di Kabupaten Lamandau sangat pesat dan positif. Utamanya selama di bawah kepemimpinan Bupati (Ir. Marukan) dan Wakil Bupati (Drs. Sugiyarto) saat ini," terangnya.

Pria yang tak asing lagi bagi sebagian masyarakat Lamandau tersebut juga menilai, raihan prestasi yang hingga kini berhasil didapat Kabupaten Lamandau, termasuk opini WTP dari BPK secara tiga tahun berturut-turut, merupakan bukti nyata bahwa kabupaten Lamandau justru lebih matang dalam hal pengelolaan keuangan daerah.

Perdie juga bercerita, ia secara pribadi sangat senang dan bangga bisa hadir langsung di Nanga Bulik untuk memperingati hari yang bersejarah bagi masyarakat Lamandau. Baginya pula, Lamandau bukan daerah asing, terlebih setelah hampir delapan tahun lama dirinya mengabdi menjadi ASN, yakni dalam kurun waktu 2002-2010.

"Saya juga berharap agar Lamandau dapat terus semakin maju dan jaya, sesuai spiritnya pada HUT hali ini," sebut mantan Camat Delang dan Camat Bulik itu.

Hal senada juga diungkapkan Bupati Kotawaingin Barat, Bambang Purwanto. Menurutnya, wajah Lamandau saat ini merupakan bukti dan gambaran nyata dari hasil suksesnya pemekaran suatu wilayah. Dimana, dengan adanya perjuangan untuk pemekaran wilayah 14 tahun lalu, faktanya telah berimbas pada peningkatan pelayanan dan pemerataan pembangunan yang dapat dilakukan dengan cepat.

"Inilah yang dimaksud tujuan pemekaran wilayah, Lamandau merupakan salahsatu daerah diantara beberapa daerah lain di Kalteng yang berasal dari pemekaran, dan secara kebetulan merupakan pemekaran dari Kobar. Saya melihat pembangunan dan kemajuannya sangat pesat," katanya.

Lebih jauh lagi, pria yang kini kerap disapa 'Pak De' itu juga mengaku bangga melihat kemajuan Lamandau, mengingat memori beberapa tahun silam dirinya juga pernah menjadi bagian dari masyarakat Desa Jangkar Prima (SP 4) yang kini masuk teritori Kecamatan Sematu Jaya, Kabupaten Lamandau. (HENDI NURFALAH/m)