PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Angkatan Darat Republik Indonesia di Kalimantan Barat baru saja berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba yang diduga dilakukan dengan menggunakan *drone*. Penangkapan ini berlangsung di daerah Sei Tekam, Sekayam, yang terletak di Kabupaten Sanggau, dan merupakan bagian dari upaya menjaga perbatasan antara Indonesia dan Malaysia. Komandan Korem 121/Abw, Brigadir Jenderal TNI Luqman Arief, memberikan keterangan mengenai insiden tersebut. Ia mengungkapkan bahwa teknik penyelundupan yang digunakan oleh para sindikat narkoba terus berevolusi. Hal ini mencerminkan upaya mereka untuk memanfaatkan berbagai metode baru guna memasukkan barang terlarang ke wilayah Indonesia. Kronologi kejadian ini bermula ketika Satgas Yon Zipur 5/ABW menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di salah satu jalur tidak resmi di sekitar Desa Sei Tekam. Melihat situasi ini, Wadansatgas Pamtas, Kapten CZI Joko Mahendro, segera membentuk sebuah tim untuk melakukan operasi penyergapan di area yang dilaporkan tersebut. Pada tanggal 14 September, sekitar pukul 22.00, tim ambush memantau pergerakan *drone* yang dengan hati-hati beroperasi di lokasi yang telah ditentukan dekat Dusun Sei Beruang. Tim ambush terus mengawasi pergerakan tersebut hingga akhirnya mengamati bahwa *drone* itu berhenti di salah satu titik dan diduga telah menjatuhkan satu bungkusan yang mencurigakan. Setelah melakukan pengamatan kondisi sekitar, tim tersebut segera melakukan pembersihan area dan menemukan bungkusan yang setelah diperiksa ternyata berisi narkoba. Jumlah barang haram yang ditemukan sekitar 2 kilogram sabu dan 700 butir ekstasi jenis *happy five*. Dari operasi ini, dapat disimpulkan bahwa sindikat penyelundupan narkoba terus berupaya untuk menembus wilayah Indonesia dengan beragam metode yang inovatif. Setelah sebelumnya melakukan penyelundupan secara konvensional melalui jalur darat dan kurir, para pelaku kini mencoba mengadopsi teknologi modern seperti penggunaan *drone* untuk menghindari deteksi. Keberhasilan dalam menggagalkan penyelundupan narkoba di perbatasan Indonesia-Malaysia oleh Satgas TNI AD telah mencatatkan hasil significant dalam setahun terakhir, dengan total sekitar 200 kilogram narkotika berhasil diamankan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya melawan penyalahgunaan narkoba dan dukungan terhadap tugas TNI AD dalam menjaga keamanan perbatasan. ANTARA