MATARAM –
**Borneonews - Mataram**, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menginformasikan bahwa sebanyak 244 pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024 dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Kepala BKPSDM Kota Mataram, Taufik Priyono, menjelaskan bahwa sejumlah pelamar tersebut mengalami TMS karena beberapa faktor, dengan mayoritas kasus disebabkan oleh kesalahan dalam tujuan pendaftaran. Taufik menegaskan bahwa kesalahan ini mencakup pelamar yang mendaftar untuk posisi di Pemerintah Provinsi NTB atau kabupaten lain, sementara yang dilamar seharusnya adalah formasi CPNS di Kota Mataram. Dalam penjelasan lebih lanjut, Taufik memaparkan bahwa terdapat beberapa alasan lain mengapa pelamar dinyatakan TMS, antara lain ketidakcocokan kualifikasi pendidikan dengan formasi yang tersedia serta ketidaklengkapan dokumen, seperti tidak melampirkan meterai yang diperlukan. Ia menyatakan bahwa fenomena ini senada dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana kesalahan dalam pengisian tujuan lamaran dan ketidakcocokan ijazah menjadi faktor dominan. Dari catatan BKPSDM, total pelamar CPNS untuk 93 formasi yang mencakup 13 formasi tenaga kesehatan dan 80 formasi tenaga teknis mencapai angka 2.152 orang. Namun, setelah melalui proses verifikasi, 244 orang dinyatakan tidak lulus seleksi administrasi dan berisiko tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Di sisi lain, sebanyak 1.908 pelamar lainnya memenuhi syarat dan berhak melanjutkan proses seleksi. Untuk pelamar yang dinyatakan TMS, terdapat kesempatan untuk mengajukan sanggahan yang dimulai dari tanggal 20 hingga 23 September 2024. Sanggahan ini dapat diajukan melalui akun masing-masing pelamar, dengan pengumuman hasil sanggahan akan disampaikan pada 23 hingga 29 September 2024. Taufik juga menambahkan bahwa dari total pelamar CPNS yang berhasil melakukan pendaftaran di sistem milik Pemerintah Kota Mataram, sebanyak 2.258 orang mendaftar, meskipun 106 di antaranya tidak melakukan proses pengiriman (submit) aplikasi. ANTARA