JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta** Anggota DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperbanyak lokasi sementara (*loksem*) untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar area perkantoran, termasuk di wilayah Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Menurut Suhud, dengan adanya penambahan *loksem*, pasar bagi pelaku UMKM, khususnya yang berada di bawah program Jakpreneur, akan semakin berkembang. Hal ini akan diuntungkan dengan kehadiran *loksem* yang dapat menjangkau para karyawan yang bekerja di gedung-gedung di sepanjang Jalan Sudirman. "Kami dapat menyediakan dengan harga yang sesuai dengan kebutuhan para karyawan," jelasnya. Suhud menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM di Jakarta harus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan perekonomian lokal dan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat terhadap peluang kerja yang tersedia. Dengan demikian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) diharapkan untuk meningkatkan pelatihan bagi pelaku UMKM. Keterampilan ini penting agar produk yang mereka hasilkan unik dan berkualitas, sehingga mampu bersaing dengan produk dari luar negeri. Menurut Suhud, penting untuk memfokuskan pengembangan UMKM dengan mempertimbangkan karakteristik lokal. Contohnya, di Jakarta Timur, terdapat budidaya ikan hias yang telah berkembang menjadi pusat. "Kita tidak bisa membuat semua pelaku usaha seragam. Kita perlu memanfaatkan potensi masing-masing," tuturnya. Edukasi mengenai pemanfaatan digital juga dianggap vital, sehingga pelaku UMKM dapat lebih efektif dalam memasarkan produk mereka. Selain itu, pelatihan dalam *bahasa Inggris* sangat diperlukan untuk memberikan kesempatan baru bagi pelaku UMKM, termasuk akses ke pasar internasional. Suhud menambahkan bahwa bagi pelaku UMKM yang beroperasi di pusat-pusat pariwisata dan keramaian seperti Monumen Nasional (Monas), kemampuan untuk berkomunikasi dengan wisatawan sangatlah penting. "Pelatihan *bahasa Inggris* harus diperhatikan agar mereka dapat berinteraksi dengan turis, terutama di lokasi yang banyak dikunjungi," ujarnya. Sementara itu, Dinas PPKUKM DKI Jakarta menyatakan bahwa sejak tahun 2018, mereka telah menyediakan pelatihan teknik digitalisasi bagi pelaku usaha, bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk platform *e-commerce*. Selain itu, mereka juga telah memberikan pelatihan literasi digital kepada UMKM binaan untuk memaksimalkan potensi yang ditawarkan oleh platform digital dan *e-commerce*. Data terbaru menunjukkan bahwa hingga September 2024, sebanyak 8.304 peserta telah mengikuti berbagai kegiatan pelatihan ini. ANTARA