BANDUNG –
**Borneonews - Bandung**, Badan Geologi yang bernaung di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama dengan Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjajaran (Unpad) saat ini sedang melaksanakan penyelidikan mendalam terkait sesar aktif yang diduga menjadi penyebab gempa berkekuatan magnitudo 5.0 yang baru-baru ini mengguncang Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Kepala Pusat Survei Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Edy Slameto, menjelaskan bahwa penyelidikan ini bertujuan untuk mendapatkan pemahaman lebih baik mengenai karakteristik dari sesar aktif yang ada di daerah tersebut. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan mitigasi potensi bencana gempa yang bisa terjadi di masa depan. Edy berharap, hasil dari kolaborasi antara Badan Geologi dan Unpad ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat luas. Ia juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah giat melakukan pemetaan terhadap patahan aktif, termasuk salah satu sesar yang terdapat di wilayah Kertasari. Pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran publik akan keberadaan patahan aktif di sekitar mereka. Saat ini, pemetaan aktif juga dilakukan di tingkat kabupaten dan kota, mencakup sejumlah daerah seperti Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Sleman, Bantul, dan Kota Surabaya. Pemetaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko dan dampak yang mungkin ditimbulkan oleh gempa di masa mendatang serta untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Edy menekankan bahwa Indonesia terletak di area pertemuan tiga lempeng tektonik utama, sehingga sangat rentan terhadap kejadian gempa bumi. Oleh karena itu, upaya mitigasi untuk mengatasi bencana ini perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga menyampaikan bahwa gempa yang mengguncang Kabupaten Bandung pada Rabu (18/9) merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh sesar aktif yang belum terpetakan. Dalam analisis awalnya, BNPB menyatakan bahwa gempa tersebut diperkirakan berhubungan dengan Sesar Garsela. Namun, setelah dilakukan pemetaan dan analisis terhadap gempa susulan, terindikasi bahwa sumber gempa berasal dari sesar yang belum teridentifikasi. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dua segmen Sesar Garsela bukanlah penyebab langsung gempa yang terjadi. Hal ini juga berlaku untuk Sesar Lembang, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat memahami sepenuhnya karakteristik dari aktivitas sesar di daerah tersebut. ANTARA