SURABAYA –
**Borneonews - Malang**, Sekretaris Jenderal Ombudsman RI, Suganda Pandapotan Pasaribu, mengajukan saran kepada Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, untuk menyediakan layanan legalisasi ijazah di Mal Pelayanan Publik (MPP) Merdeka. Usulan ini terutama ditujukan bagi para lulusan SMA dan SMK yang berencana melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Suganda menekankan pentingnya kehadiran gerai legalisasi ijazah sebagai upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan. "Kami berpendapat bahwa solusi ini dapat memperlancar proses legalisasi bagi lulusan,” ujarnya saat melakukan kunjungan ke MPP Merdeka di Kota Malang pada hari Jumat. Ia menjelaskan bahwa untuk tingkat SMA dan SMK, tanggung jawab layanan tersebut ada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ombudsman RI siap berperan sebagai penghubung untuk mewujudkan pembukaan layanan legalisasi di MPP Merdeka. "Kami akan berkoordinasi dengan Pemprov Jatim terkait hal ini, mengapa layanan legalisasi ijazah untuk SMA tidak ada di lokasi ini," tambah Suganda. Permohonan untuk menghadirkan layanan legalisasi ijazah merupakan salah satu poin utama dalam kunjungan Ombudsman RI ke Kota Malang. Selain itu, ia juga menyerukan Pemkot Malang untuk mempertimbangkan penambahan layanan di sektor lainnya, seperti pelayanan di bidang kebudayaan. "Kami juga mendiskusikan tentang kehadiran *tenant* yang akan menyajikan kebudayaan lokal, sebagai upaya menjaga ciri khas yang dimiliki oleh Kota Malang,” ungkapnya. Di sisi lain, Sekretaris Daerah Kota Malang, Erik Setyo Santoso, menyambut baik usulan Ombudsman untuk memperluas layanan di MPP Merdeka. Ia menjelaskan bahwa penambahan layanan ini sangat relevan dengan upaya penguatan kegiatan pelayanan publik di daerah tersebut. "Kedatangan Sekjen Ombudsman bersama Kepala Biro Administrasi Pengawasan Pelayanan Publik ke Kota Malang ini menunjukkan komitmen untuk menjadikan MPP sebagai salah satu model pelayanan publik yang unggul,” ujarnya. Pemkot Malang juga tengah berupaya mengembangkan pelayanan publik yang berorientasi pada penguatan karakter para pelajar. Erik menekankan pentingnya pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan bagi generasi muda, agar kebudayaan lokal serta kekhasan Kota Malang tetap terjaga. "Kami berkomitmen agar nilai-nilai tersebut mewarnai perjalanan kami menuju Indonesia Emas 2045," tutup Erik. ANTARA