BOGOR –
**Borneonews - Depok**, Universitas Indonesia (UI) sedang berusaha untuk memperkuat komitmennya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan. Upaya ini dilakukan melalui berbagai inisiatif dengan tujuan untuk mencapai *zero waste* dan *zero emission*. Dr. Dwi Marta Nurjaya, selaku Direktur Operasi dan Pemeliharaan Fasilitas UI, menjelaskan bahwa saat ini, perhatian utama UI adalah mengurangi emisi gas rumah kaca. Berbagai langkah telah diambil untuk mencapai tujuan ini. Di antara inisiatif tersebut termasuk pengelolaan limbah berkelanjutan, pelaksanaan program 3R yang mencakup reduce, reuse, recycle, serta pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan sistem *water harvesting* untuk memanfaatkan air hujan. Selain itu, penggunaan kendaraan listrik juga merupakan bagian dari upaya tersebut. Dr. Nurjaya menambahkan bahwa UI telah menetapkan kebijakan terkait pengolahan sampah. Sekitar sepuluh tahun lalu, pengelolaan limbah dilakukan secara terpusat. Namun, saat ini, setiap fakultas diharuskan memiliki Tempat Pengolahan Sampah (TPS) untuk memilah dan mengelola sampah secara mandiri. Sayangnya, tidak semua sampah dapat diolah karena sebagian besar merupakan barang elektronik yang memerlukan perlakuan khusus. Proses pemilahan sampah dilakukan dengan memisahkan limbah elektronik yang termasuk dalam kategori B3 atau bahan berbahaya dan beracun. Limbah ini tidak dapat diproses secara mandiri dan harus ditangani dengan pengelolaan khusus. Sementara itu, untuk sampah organik, UI telah mendirikan unit pengolahan yang memproduksi kompos dari sisa makanan serta dedaunan. Universitas ini juga aktif mendukung pelaksanaan program 3R dengan mewajibkan setiap fakultas untuk menyediakan *drinking fountain*, sehingga mahasiswa tidak perlu lagi menggunakan botol plastik sekali pakai. Salah satu inisiatif nyata dalam program ini adalah pertukaran botol plastik dengan tumbler yang sudah dilaksanakan di Fakultas Teknik. Dr. Nurjaya juga menyebutkan bahwa UI berupaya untuk mengurangi jejak karbon dengan melakukan pemantauan jumlah emisi karbon dioksida secara real-time di seluruh fakultas. Selain itu, prinsip efisiensi energi diterapkan dengan mewajibkan seluruh gedung untuk menggunakan PLTS sebagai sumber energi terbarukan dan melakukan konservasi air melalui pemanfaatan air hujan. Dengan jumlah mahasiswa yang kini lebih dari 50.000, UI bertekad untuk memperbaiki sistem manajemen parkir dan transportasi agar dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. "Meningkatnya jumlah pengguna kendaraan pribadi membawa tantangan besar dalam hal parkir dan polusi," ungkapnya. Oleh karena itu, UI berfokus pada pencarian solusi yang berkelanjutan, termasuk penguatan integrasi transportasi, yang kini juga melibatkan kolaborasi dengan Transjakarta untuk menyediakan layanan bus berbasis kendaraan listrik. ANTARA