PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kalimantan Bagian Barat melaksanakan program bertajuk *Customs Goes to Campus* (CGTC) di Universitas Muhammadiyah Pontianak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan mahasiswa mengenai penipuan yang seringkali dilakukan dengan mengatasnamakan pihak Bea Cukai. Dalam sosialisasi tersebut, salah satu fokus utama dibahas adalah pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang menyalahgunakan identitas Bea Cukai. Fenomena ini semakin marak, khususnya seputar pengiriman barang dan pengenaan pajak bea cukai yang tidak resmi, yang dapat merugikan masyarakat luas. Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan dan Cukai Kalbagbar, Beni Novri, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mendidik generasi muda agar lebih waspada terhadap potensi penipuan. Ia menekankan bahwa mahasiswa dan masyarakat secara umum perlu lebih berhati-hati dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak terverifikasi. Beni mendorong agar informasi yang diterima selalu diperiksa langsung ke kantor Bea Cukai guna menghindari kemungkinan tertipu. Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pemahaman tentang tugas serta fungsi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai merupakan aspek krusial, terlebih dalam konteks prosedur ekspor-impor, barang bawaan penumpang, dan pengiriman barang. Ketiga area ini sering dijadikan celah oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan. Beni juga membuka ruang untuk masukan, kritik, dan saran dari berbagai kalangan, khususnya mahasiswa, guna meningkatkan kualitas pelayanan yang diberikan oleh DJBC Kalbarbag. Dia berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kerjasama yang solid antara Bea Cukai Kalbarbag dengan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Sementara itu, Murtini, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Hubungan Masyarakat, turut hadir untuk memberikan penjelasan mengenai peran dan fungsi Bea Cukai. Dalam penjelasannya, ia memaparkan secara komprehensif tentang tugas DJBC dalam mengawasi arus barang serta menegakkan peraturan yang berlaku terkait ekspor dan impor. Tujuannya adalah untuk memastikan masyarakat tidak terjebak dalam penipuan. Murtini percaya bahwa dengan pemahaman yang lebih dalam tentang peran Bea Cukai, mahasiswa diharapkan dapat menyebarkan informasi yang akurat kepada lingkungan mereka, termasuk kepada teman dan keluarga. Edukasi semacam ini sangat penting agar informasi benar dapat menjangkau masyarakat luas. Melalui sosialisasi ini, DJBC Kalbarbag berharap untuk mengurangi insiden penipuan dan memperkuat kesadaran masyarakat. Fokus utama adalah pada kalangan akademisi agar mereka lebih peka terhadap berbagai potensi ancaman penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai. Dalam sambutannya, Dr. Mawardi, MM, selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, memberikan dukungan penuh terhadap sosialisasi ini. Ia menilai program tersebut sebagai langkah positif dalam meningkatkan wawasan mahasiswa mengenai kepabeanan dan cukai. Menurutnya, perhatian terhadap materi yang disampaikan sangat penting, tidak hanya dalam konteks pengetahuan, tetapi juga bernilai sebagai tindakan yang bermanfaat. ANTARA