JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Menteri Pemuda dan Olahraga, Dito Ariotedjo, mengusulkan perlunya penyederhanaan atau pengurangan jumlah cabang olahraga dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di masa mendatang. Dito menekankan pentingnya fokus pada cabang-cabang olahraga yang lebih relevan dengan ajang internasional, seperti *Olympics*, *Asian Games*, dan *SEA Games*. Dalam konferensi pers yang berlangsung di Medan, Sumatera Utara, pada hari Jumat, ia mengungkapkan, "Kami ingin PON ini fokus, pertama pada cabang olahraga yang dipertandingkan di *Olympics*, baru setelahnya *Asian Games* dan *SEA Games*. Ini harus kita hitung dengan kemampuan dan potensi daerah." Saat ini, PON XXI menampilkan total 65 cabang olahraga, mencakup berbagai jenis, dari yang bersifat tradisional hingga modern. Namun, Dito mencatat bahwa beberapa cabang olahraga yang tidak dikategorikan sebagai cabang resmi di Olimpiade tetap dipertandingkan, contohnya seperti *squash*, *e-sport*, *catur*, *aerosport*, *barongsai*, dan *pencak silat*. Pada kesempatan tersebut, Dito memberikan penilaian 8,5 dari skala 10 untuk pelaksanaan PON XXI yang berlokasi di Aceh dan Sumatera Utara. "Jadi saya memberi nilai untuk PON kali ini adalah 8,5. Satu setengahnya akan kami nilai setelah *closing ceremony*. Jika sempurna, ya jadi 10," ujarnya. Ia mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai dalam ajang ini, salah satunya adalah pencapaian rekor baik di level PON maupun nasional yang berhasil dipecahkan oleh para atlet. "Terkait dengan prestasi, banyak rekornas yang dipecahkan di seluruh cabang olahraga. Ini menunjukkan geliat pembinaan olahraga di seluruh daerah ini bersaing dan kompetitifnya sangat tinggi," sambung Dito. Beberapa rekor yang berhasil ditorehkan oleh atlet antara lain tujuh rekor nasional dan 21 rekor PON dari cabang olahraga atletik. Selanjutnya, cabang renang mencatat satu rekor nasional dan 17 rekor PON. Selain itu, dalam cabang selam kolam terdapat tujuh rekor nasional dan enam rekor PON, sedangkan cabang angkat berat mencatat dua rekor PON. Melihat ke depan, PON XXII direncanakan akan digelar pada tahun 2028 dengan tuan rumah Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua KONI Provinsi Nusa Tenggara Barat, Mori Hanafi, menyampaikan bahwa PON XXII akan diberi nama “PON Nusa Tenggara”. ANTARA