BORNEONEWS, Palangka Raya - Kegiatan riset sawit tingkat mahasiswa untuk periode 2023 – 2024 telah diumumkan sejak Desember 2023. Program ini melibatkan 40 kelompok penelitian mahasiswa yang berhasil mendapatkan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS.
"Tujuan utama dari program ini adalah untuk mendorong penelitian dan pengembangan di bidang perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan," kata Kepala Divisi Program Pelayanan pada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Arfie Thahar pada Jumat, 20 September 2024.
Untuk memastikan kegiatan penelitian berjalan dengan baik, lanjutnya, BPDPKS telah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala. Proses ini melibatkan penilaian terhadap kemajuan penelitian yang dilakukan oleh masing-masing kelompok.
"Monitoring dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa penelitian yang dilakukan sesuai dengan rencana dan target yang telah ditetapkan," jelasnya.
--page
Berdasarkan laporan akhir penelitian yang telah disampaikan, menurut Arfie BPDPKS bersama Tim Penilai Lomba Riset telah melakukan pleno untuk menentukan 10 riset terbaik. Penilaian ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk inovasi, metodologi, dan dampak penelitian terhadap industri kelapa sawit. Hasil pleno ini kemudian menghasilkan daftar 10 kelompok penelitian yang berhak melanjutkan ke putaran final.
"Pada putaran final, 10 kelompok penelitian ini akan melakukan presentasi di hadapan dewan juri. Presentasi ini bertujuan untuk menentukan tiga kelompok terbaik yang akan dinobatkan sebagai Juara I, II, dan III. Proses seleksi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia," bebernya.
Program riset sawit tingkat mahasiswa ini katanya merupakan salah satu upaya BPDPKS untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang perkebunan kelapa sawit. Dengan melibatkan mahasiswa dalam penelitian, diharapkan akan lahir generasi peneliti muda yang kompeten dan siap menghadapi tantangan di industri kelapa sawit.
"Selain itu, program ini juga diharapkan dapat menghasilkan temuan-temuan baru yang bermanfaat bagi keberlanjutan industri kelapa sawit," jelas Arfie lagi.
Dengan adanya program ini, BPDPKS berharap dapat mendorong lebih banyak mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian dan pengembangan di bidang perkebunan kelapa sawit.
"Melalui dukungan pendanaan dan bimbingan yang diberikan, diharapkan penelitian yang dilakukan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan industri kelapa sawit di Indonesia," katanya. (TESTI PRISCILLA/j)









