SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Sementara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Rinie Anderson, menegaskan bahwa kabut asap yang kembali melanda Kota Sampit menjadi ancaman serius yang perlu segera ditangani. Kabut asap ini memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan berpotensi memperburuk kualitas kesehatan masyarakat.

"Kabut asap mulai melanda Kota Sampit belakangan ini. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan," ujar Rinie Anderson pada Jumat, 20 September 2024.

Kabut asap ini disebabkan oleh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang semakin sering terjadi di wilayah tersebut. Rinie menjelaskan, dampak dari karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan pernapasan.

Penanganan masalah kabut asap ini, lanjutnya, memerlukan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat. Masyarakat diimbau untuk ikut menjaga lingkungannya dari bahaya Karhutla, termasuk menegur jika melihat aktivitas pembakaran lahan.

"Masyarakat harus terlibat aktif dalam pencegahan Karhutla, sehingga kabut asap yang melanda dapat segera diatasi," tambah Rinie.

--page

Rinie juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah cepat dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi warga selama kabut asap melanda. Pemerintah diharapkan proaktif dalam pencegahan serta penanganan kebakaran dan memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak.

"Pemerintah harus segera bertindak dan memastikan kesehatan masyarakat tetap terlindungi selama kabut asap," tutupnya. (ARI)