**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaporkan bahwa Program Pengembangan Pelayanan Angkutan Perkotaan Berbasis Jalan dengan skema *Buy The Service* (BTS) sudah berhasil melayani sekitar 81.797.835 penumpang sejak diluncurkan pada tahun 2020 hingga saat ini.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Irjen Pol Risyapudin Nursin, menjelaskan bahwa skema BTS ini merupakan bentuk pelayanan angkutan perkotaan yang disediakan oleh pemerintah untuk masyarakat. Program ini memiliki berbagai keunggulan, diantaranya dalam hal pelayanan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan jadwal, serta dapat diakses dengan tarif yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.
Dalam skema ini, pemerintah membayar setiap kilometer untuk pelayanan angkutan yang diberikan oleh operator, kemudian mengalihkan biaya tersebut kepada masyarakat dengan tarif yang lebih ekonomis, ungkap Risyapudin dalam keterangan resmi di Jakarta baru-baru ini.
Sejak diluncurkan, program BTS telah mengoperasikan total 852 unit bus dan 111 mobil penumpang umum. Namun, seiring dengan perkembangan program, beberapa pemerintah daerah mulai melakukan pengambilalihan, sehingga hingga tahun 2024 terdapat 724 unit bus dan 54 mobil penumpang umum yang masih beroperasi. Total penumpang yang dilayani tetap mencapai 81.797.835 orang.
Risyapudin menegaskan, mekanisme ini memungkinkan pemerintah untuk mengambil alih risiko biaya yang berkaitan dengan pelayanan angkutan umum. Selain itu, skema ini juga memastikan tercapainya standar pelayanan minimal sebagaimana yang telah ditetapkan. Dengan memberikan subsidi, tarif angkutan dapat ditetapkan lebih murah, sejalan dengan biaya ekonomi dan daya beli masyarakat.
Lebih lanjut, Risyapudin menekankan bahwa penerapan skema *Buy The Service* adalah implementasi dari pasal 138 dan 139 Undang-Undang No. 22 Tahun 2009. Dalam undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas penyelenggaraan angkutan umum yang aman, nyaman, dan terjangkau. Sementara itu, pemerintah daerah harus memastikan ketersediaan angkutan umum untuk mendukung transportasi orang dan barang di wilayah masing-masing.
"Melalui program ini, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan angkutan umum yang lebih baik, baik dari segi kualitas maupun harga yang terjangkau," tambahnya.
Saat ini, skema BTS telah hadir di sepuluh kota di Indonesia, antara lain Trans Metro Deli di Medan, Trans Musi Palembang di Palembang, Trans Metro Pasundan di Bandung, Trans Banyumas di Banyumas, Batik Solo Trans di Surakarta, Trans Semanggi Suroboyo di Surabaya, Trans Metro Dewata di Denpasar, Trans Banjarbakula di Banjarmasin, serta Trans Mamminasata di Makassar. Baru-baru ini, program juga sedang dalam tahap uji coba di Balikpapan melalui Balikpapan City Trans.
Sejak dioperasikan pada tahun 2020, *load factor* atau rasio keterisian penumpang yang dihitung berdasarkan ritase realisasi menunjukkan bahwa Surabaya, Bandung, dan Surakarta merupakan tiga kota dengan tingkat keterisian tertinggi, masing-masing dengan angka 50,63 persen, 35,17 persen, dan 28,98 persen.
Sementara itu, seorang akademisi dari Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, mengemukakan bahwa pengembangan angkutan umum di Indonesia memerlukan perhatian lebih dan kolaborasi dari berbagai pihak. Dia menekankan pentingnya peran Bappenas dan Kementerian Dalam Negeri, serta alokasi anggaran dari Kementerian Keuangan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kelangsungan program.
Djoko juga menyatakan bahwa survei kepuasan pelanggan yang dilakukan pada periode 1 Mei hingga 8 Juni 2023 melibatkan 20.735 responden dari pengguna angkutan BTS. Hasil survei menunjukkan nilai rata-rata kepuasan pelanggan sebesar 4.62 dari skala maksimal 5.00, yang menunjukkan tingkat kepuasan yang sangat baik.
Dari total sepuluh kota yang terlibat dalam program BTS, tujuh kota, termasuk Medan, Palembang, Surakarta, Denpasar, Makassar, Yogyakarta, dan Banjarmasin, telah melampaui rata-rata nilai kepuasan pelanggan. Kota Banjarmasin memimpin dengan nilai kepuasan tertinggi mencapai 4.72, sedangkan Surabaya, Banyumas, dan Bandung masih berada di bawah rata-rata.
ANTARA
Program Buy The Service Kemenhub Layani 81,80 Juta Penumpang
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Janice Tjen dan Storm Hunter Juara Ganda Putri Japan Open 2026
Pekab Gumas Bagikan Bantuan Bibit Cabai hingga Tomat untuk Masyarakat
Dua Gol Nicolas Jackson bawa Aston Villa Tekuk Man City 2-1
Ikut Manugal, Wakil Bupati Gumas Ajak Masyarakat Manfaatkan Lahan
Dortmund Puncaki Klasemen setelah Kalahkan Frankfurt 1-0
DKUKMPP Kotim Ajak Masyarakat Dukung Pasar Rakyat, Belanja Lokal Gerakkan Ekonomi Daerah
Komentar (0)
Memuat komentar…







