**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan bahwa penempatan tenda untuk jamaah haji pada tahun-tahun mendatang akan dilakukan secara lebih proporsional dan akan disesuaikan dengan kapasitas masing-masing jamaah. Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Hilman Latief, saat konferensi pers di Jakarta.
Pengumuman ini dilakukan sebagai respons terhadap hasil survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam survei tersebut, indeks kepuasan jamaah haji Indonesia (IKJHI) untuk tahun 2024 tentang tenda yang disediakan di Armuzna masih berada pada angka 76,10. Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 3,16 poin dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat 72,94.
Hilman menjelaskan bahwa meskipun fasilitas tenda sangat baik dan jumlahnya memadai, namun kepadatan jamaah menjadi tantangan utama. "Kita harus fokus pada rasio antara jumlah jamaah dan kapasitas tenda. Hal ini penting untuk menghindari kepadatan yang berlebihan di lokasi tenda," ungkapnya. Dia menekankan pentingnya peranan Kemenag dalam memastikan supaya tidak terjadi kepadatan yang merugikan bagi jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Mengenai infrastruktur, Hilman menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Saat ini, pemerintah setempat tengah merancang berbagai skema baru untuk meningkatkan kenyamanan jamaah. "Khususnya di Mina, kita berupaya untuk penempatan jamaah lebih teratur dan proporsional, serta mampu mengurangi tingkat kepadatan," ujarnya.
Hilman juga merincikan solusi yang sedang diwujudkan secara kolaboratif antara Kemenag dan Pemerintah Arab Saudi. Salah satu upaya tersebut adalah penerapan skema *tanazul*, yang memungkinkan jamaah kembali ke hotel tanpa harus bermalam di tenda Mina. "Desain ini diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan di tenda. Kami menyadari bahwa ada tantangan dalam menentukan mana jamaah yang akan menggunakan skema *tanazul*, karena dibutuhkan data yang akurat," paparnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meski skema ini masih dalam tahap diskusi dan bersifat sukarela, penting untuk mempertimbangkan keinginan jamaah, yang biasanya ingin merasakan pengalaman tinggal di tenda pada saat menjalankan ibadah haji. "Pengaturan skema *tanazul* ini masih dalam tahap pengembangan dan akan melibatkan kategori khusus, tetapi tetap bersifat sukarela dan belum sepenuhnya terencana," jelasnya.
Dengan berbagai penyesuaian ini, Kemenag berharap pelayanan kepada jamaah haji akan semakin baik, sehingga mereka dapat menjalankan ibadah dengan rasa nyaman dan aman.
ANTARA
Kemenag Siapkan Penempatan Tenda Jamaah Haji yang Lebih Proporsional
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pengepul Pertalet di Kapuas yang Diringkus Ditpolairud Polda Kalteng beli BBM Subsidi dengan Harga Rp 470 per Jeriken
Bupati Seruyan Minta Pelajar Hindari Bullying
Nenek Sebatang Kara di Kotim Sakit dan Hidup Sendiri, Bupati Minta Dipantau Rutin
Bupati Kotim Pastikan Pemda Bantu Pembangunan Masjid Al-Muhajirin yang Terbakar
Senkom Mitra Polri Kobar Dukung Operasi Patuh Telabang 2026
Puluhan Pemuda Asal Gumas Akan Ikut Peringatan Hari Sumpah Pemuda dan IKBAB Tingkat Kalteng
Komentar (0)
Memuat komentar…







