JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar, telah melantik empat Pejabat Fungsional Ahli Utama dan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan kementerian pada hari Jumat. Pelantikan ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja kementerian agar dapat berfungsi lebih konstruktif dan menciptakan suasana kerja yang kondusif. Dalam pernyataannya, Gus Halim mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin kompleks, terutama mengingat Indonesia saat ini berada dalam tahap transisi kepemimpinan nasional. "Tantangan yang kita hadapi tidak semakin ringan, terlebih karena kita sedang memasuki masa transisi kepemimpinan nasional," tegasnya saat pelantikan. Adanya tantangan ini, lanjutnya, tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga diakibatkan oleh dinamika global yang saat ini sedang berlangsung. Ketidakpastian yang ada di luar sana menjadi perhatian yang serius bagi semua elemen pemerintahan. Gus Halim juga menekankan pentingnya bagi para pemimpin yang baru dilantik untuk berpegang pada tiga pilar utama, yaitu nasionalisme, integritas, dan perspektif global. Ketiga pilar ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi para pejabat dalam menjalankan tugas di unit masing-masing. Menurutnya, pilar-pilar tersebut menjadi kunci untuk meningkatkan kinerja birokrasi yang lebih profesional dan inovatif. Hal ini penting demi menghasilkan kebijakan yang sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dalam pemerintahan yang baru. Harapan Gus Halim bagi para pejabat yang baru dilantik tidak hanya untuk melakukan evaluasi yang konstruktif, tetapi juga merumuskan kebijakan yang realistis demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia menganggap hal ini sangat vital untuk mempercepat pembangunan, terutama di daerah-daerah strategis yang belum berkembang secara optimal. Pejabat yang dilantik dalam acara tersebut termasuk Adi Prasetiya yang menjabat sebagai Direktur Perencanaan Teknis Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi pada Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi. Selanjutnya, Aditya Hendra Krisna ditunjuk sebagai Direktur Pelayanan Investasi Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Tunggak Santosa diangkat sebagai Kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi di Yogyakarta, yang berada di bawah Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat. Selain itu, Syaifudin juga dilantik sebagai Kepala Biro Hukum di Sekretariat Jenderal, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. ANTARA