SEMARANG –
**Borneonews - Semarang**, Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, menyampaikan bahwa upaya untuk menanggulangi masalah gangster di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah ini tidak bisa hanya bergantung pada pencegahan saja. Ia menekankan perlunya pendekatan yang lebih komprehensif untuk menangani fenomena ini. Menurut Hevearita, terdapat tantangan yang harus diatasi, yaitu membantu remaja-remaja yang telah terlanjur bergabung dengan kelompok gangster. Ia merasakan bahwa keberadaan gangster telah menjadi isu yang sangat meresahkan di Kota Semarang. Hal ini bahkan diperburuk dengan adanya berbagai grup di media sosial yang memiliki banyak pengikut. Hevearita menegaskan bahwa penanganan permasalahan gangster tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan pengawasan dari seluruh elemen masyarakat. Dalam hal ini, Pemerintah Kota Semarang berencana untuk menginventarisasi para remaja yang terlibat dalam kelompok gangster. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka untuk keluar dari lingkungan yang negatif. "Situasi darurat gangster dapat dikelola dengan baik sehingga anak-anak dapat kembali menatap masa depan yang lebih cerah," ujarnya. Di sisi lain, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Irwan Anwar, mengungkapkan bahwa fenomena gangster saat ini lebih dari sekadar kenakalan remaja, melainkan sudah termasuk dalam tindakan kriminal. Ia menekankan bahwa apabila sudah masuk dalam kategori kriminalitas, maka perlu ada proses hukum yang menyertainya, meskipun masa depan mereka masih memiliki banyak peluang untuk diperbaiki. Oleh karena itu, Irwan menjelaskan bahwa selain penerapan sanksi hukum, perlu juga dilakukan pembinaan terhadap mereka yang terlibat. "Deteksi dini dan pencegahan sangat diperlukan. Ini memerlukan peran aktif dari keluarga, lembaga pendidikan, dan lingkungan sekitar," tambahnya. Sejak awal tahun hingga September 2024, Polrestabes Semarang mencatat terdapat 21 insiden yang melibatkan kelompok gangster, dengan total pelaku mencapai 117 orang. Ini menunjukkan bahwa masalah gangster masih menjadi tantangan yang serius di kawasan tersebut. ANTARA