BORNEONEWS, Gunung Mas - Dani, 34, mengakhiri hidup dengan menggantung diri dengan tali di pohon karet di sekitar Desa Jangkit, Kecamatan Rungan Hulu. Akibat ulahnya itu, dia ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa oleh warga.


Kapolsek Rungan Ipda Marolop Purba mengatakan, Selasa 2 Agustus 2016 sekitar pukul 13.00 WIB, tepat di sekitar Sungai Rungan, di kebun karet Banteng. Seorang warga bernama Rinto, 18, menemukan Dani sudah tidak bernyawa tergantung di pohon karet.


“Pada saat saksi (Rinto) sedang bekerja nyedot (menambang emas), saksi ingin buang air besar di pinggir Sungai Rungan dan terkejut melihat ada orang tergangtung di pohon karet,” ungkap Purba, kepada wartawan melalui sambungan telepon seluler, Rabu (3/8/2016) siang.


Melihat hal tersebut, katanya, saksi Rinto langsung lari dan memberitahukan hal itu kepada orang-orang. Selanjutnya, penemuan mayat dilaporkan ke Polsek Rungan. Mendapat laporan dari warga, polisi langsung menuju lokasi untuk mengevakuasi mayat Dani yang sudah terbuju kaku.


“Anggota Polsek Rungan langsung ke TKP, mencari saksi dan melakukan pemeriksaan serta langsung olah TKP. Anggota Polsek Rungan juga menanyakan kepada keluarga korban perihal kematian korban,” terang Purba.


Setelah pihak Polsek Rungan berkoordinasi dengan keluarga korban, pihak keluarga tidak memperkenankan korban dibawa ke Puskesmas untuk divisum dan dilakukan penyidikan. Dengan demikian, keluarga korban diminta membuat peryataan dan diketahui oleh kepala desa. (EPRA SENTOSA/m)