SURABAYA –
**Borneonews - Madiun**, Pemerintah Kota Madiun, yang terletak di Jawa Timur, telah meluncurkan program 100 persen desa atau kelurahan cantik, yang dikenal juga dengan sebutan desa/kelurahan Cinta Statistik untuk tahun 2024. Program ini mendapat dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, yang memberikan pembinaan terkait pengelolaan data yang esensial bagi pembangunan. Ketua BPS Kota Madiun, Abdul Aziz, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 13 kelurahan yang tengah mendapatkan bimbingan dari BPS. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pengelolaan data di tingkat desa dan kelurahan. Beberapa kelurahan yang terlibat dalam program ini antara lain Sogaten, Banjarejo, Manisrejo, Sukosari, Demangan, Winongo, dan Kelun. Dalam acara Forum Group Discussion (FGD) dan Pencanangan Program 100 Persen Desa Cantik yang dilaksanakan pada hari Jumat, Abdul Aziz menyatakan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan komitmen seluruh desa dan kelurahan terhadap pentingnya data statistik. "Kami berharap ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. Program Desa Cantik ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 mengenai Statistik. Selain itu, program ini juga mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Sambung Abdul Aziz, BPS akan secara aktif berfokus kepada perangkat desa dan kelurahan agar mereka memahami pentingnya statistik, mulai dari definisi, pengumpulan data, hingga penerapannya yang tepat. Lebih jauh, ia menekankan bahwa data memegang peranan penting dalam setiap evaluasi dan perencanaan pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah, hingga di level desa. Pengembangan data ini diharapkan dapat membawa kemajuan bagi Kota Madiun. Penjabat Wali Kota Madiun, Eddy Supriyanto, juga memberikan dukungan penuh terhadap program ini, karena dinilai dapat membantu memajukan Kota Madiun. "Koordinasi dan komunikasi sangat penting agar data yang kita miliki dapat dipertanggungjawabkan. Data harus detail dan lengkap agar pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran," ujar Eddy. Menurutnya, dengan penerapan program Desa Cinta Statistik, diharapkan kapabilitas statistik di kelurahan yang dibina dapat meningkat. Dengan demikian, pengelolaan data di tingkat desa dan kelurahan menjadi semakin kuat. Pencanangan program Desa Cantik di Kota Madiun ditandai dengan penandatanganan piagam desa cantik oleh Penjabat Wali Kota, Kepala BPS Magetan, serta camat dan kepala desa. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), camat, lurah se-Kota Madiun, akademisi, agen statistik, serta sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan undangan lain. ANTARA