PEKANBARU –
**Borneonews - Pekanbaru**, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Riau mengumumkan bahwa provinsinya kini menempati peringkat ketiga pada Indeks Desa Membangun (IDM) di tingkat nasional. Posisi ini berada di bawah Bali dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala PMD Riau, Djoko Edy Imhar, menjelaskan bahwa saat ini tidak ada lagi desa yang tergolong tertinggal di wilayah tersebut. Dari total 1.691 desa, sebanyak 853 desa telah mencapai status sebagai desa mandiri. Sementara itu, 523 desa dikategorikan sebagai desa maju, dan 215 desa masih berstatus desa berkembang. Menurut Djoko, peningkatan posisi IDM Provinsi Riau yang kini berada di peringkat tujuh nasional pada tahun 2023, meningkat dari posisi 17 pada tahun sebelumnya, mencerminkan kemajuan kualitas hidup masyarakat desa di daerah ini. Ia menekankan bahwa hal ini adalah dampak positif dari program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan daerah. Program P3PD, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan, diikuti oleh hampir seluruh desa di Riau. Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 17 hingga 20 September 2024, dan diselenggarakan di Pekanbaru. Dalam acara tersebut, terdapat 236 desa yang terlibat dan dihadiri oleh 944 peserta yang meliputi Kepala Desa, anggota PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Sekretaris Desa. Sebagai catatan, Djoko mengungkapkan bahwa tantangan pengelolaan anggaran yang semakin besar tetap menjadi perhatian bagi setiap pemerintah desa. Meski demikian, ia menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada desa-desa di Provinsi Riau. Di sisi lain, Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Paudah, memberikan apresiasi kepada seluruh pemerintah desa di Riau. Ia mencatat bahwa semua desa yang diundang untuk mengikuti pelatihan tersebut hadir 100 persen, menandakan tingginya antusiasme dan komitmen dari para aparatur desa untuk memperkuat kapasitas kelembagaan pemerintahan di tingkat desa. "Dari 944 peserta yang diundang, semuanya hadir, dan kami sangat senang dengan respon yang ditunjukkan para aparatur desa,” ungkap Paudah. "Ini adalah pencapaian yang luar biasa, terutama mengingat bahwa pelatihan ini merupakan tahap kelima, dan seluruh peserta dari berbagai angkatan hadir secara penuh." ANTARA