BOGOR –
**Borneonews - Kabupaten Bekasi**, Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang terletak di Jawa Barat, baru-baru ini menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 1446 Hijriah. Acara tersebut dilaksanakan di Masjid Agung Nurul Hikmah, yang berada dalam kompleks perkantoran Pemkab Bekasi. Peringatan tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, Jaoharul Alam, bersama dengan berbagai unsur dari forum koordinasi pimpinan daerah, sejumlah asisten daerah, kepala perangkat daerah, serta Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Selain itu, terlihat juga kehadiran perwakilan dari berbagai organisasi masyarakat Islam yang ada di daerah itu. Dalam sambutannya, Jaoharul Alam menekankan pentingnya mengamalkan *sunah* Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa penerapan *sunah* ini seharusnya menjadi bagian integral dalam interaksi bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa peringatan Maulid Nabi ini sekaligus menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara pegawai Pemkab Bekasi dengan masyarakat. Jaoharul juga menyoroti pentingnya meneladani karakter, sikap, dan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Jaoharul mengingatkan bahwa dalam menyiarkan ajaran Islam, Nabi Muhammad SAW telah menghadapi banyak ujian. Namun, beliau dapat melalui semua tantangan tersebut dengan kesabaran, doa, dan ketakwaan. Ia menarik paralel dengan kondisi yang saat ini dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi, yang berhadapan dengan masalah kekeringan yang berimbas pada krisis air bersih dan dampaknya terhadap pertanian. “Pertanian sangat bergantung pada pasokan air. Saat ini, banyak lahan pertanian terancam kering dan bahkan tidak dapat berfungsi akibat musim kemarau berkepanjangan,” ungkap Jaoharul. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berusaha untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak kekeringan, baik dalam hal air bersih maupun permasalahan pada lahannya. Selain itu, Jaoharul juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga stabilitas dan kondusivitas menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang akan diselenggarakan pada 27 November. Dia menekankan pentingnya kesatuan dan persatuan di tengah proses pemilihan umum yang sudah berjalan. “Dengan keadaan saat ini, mari kita berdoa agar kekeringan di Kabupaten Bekasi segera berakhir dan digantikan dengan cuaca yang lebih baik bagi masyarakat. Semoga pelaksanaan Pilkada 2024 dapat semakin menguatkan persatuan, bukan justru menciptakan perpecahan,” tutup Jaoharul. ANTARA