**Borneonews - Mamuju**, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Suraidah Suhardi, mengungkapkan komitmennya untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam menangani isu stunting di wilayah tersebut. Ia menegaskan bahwa DPRD siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulbar untuk memastikan pelaksanaan program penanganan stunting berlangsung dengan baik dan efektif.
Dalam pernyataannya di Mamuju, Suraidah memberikan apresiasi terhadap inisiatif Pemerintah Provinsi Sulbar yang telah memperkenalkan *roadmap* Penanganan Stunting Terpadu, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Pastipadu. Dia menyatakan bahwa sebagai lembaga legislatif, DPRD Sulbar akan terus memberikan dukungan penuh terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah. Hal ini dilakukan melalui pengawasan yang cermat dan penerapan kebijakan yang tepat dalam upaya mengatasi masalah stunting.
Menurut Suraidah, penanganan stunting tidak hanya berkaitan dengan permasalahan gizi, tetapi juga harus melihat dari berbagai sudut pandang pembangunan lainnya. Ini meliputi akses terhadap layanan kesehatan, pendidikan yang berkualitas, serta penyediaan air bersih dan sanitasi yang memadai. Oleh karena itu, ia berharap *roadmap* Pastipadu dapat berfungsi sebagai panduan komprehensif bagi pemerintah daerah untuk melaksanakan berbagai program intervensi yang bersifat efektif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi yang sehat dan bebas dari stunting.
Sebelumnya, Penjabat Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, telah meluncurkan program *Roadmap Pastipadu*, menetapkan posyandu sebagai basis strategi untuk memerangi stunting. Peluncuran tersebut juga diiringi dengan seminar yang membahas berbagai langkah strategis untuk menurunkan angka stunting di Sulbar.
Bahtiar menekankan pentingnya kesatuan visi dalam perang melawan stunting, dengan posyandu menjadi titik awal semua kegiatan. Ia mengatakan bahwa semua sumber daya, termasuk logistik, sumber daya manusia, dan peralatan, harus terintegrasi di posyandu, yang berfungsi sebagai komando dalam gerakan ini.
Lebih jauh, Bahtiar menekankan bahwa misi dalam perang melawan stunting adalah bukan hanya untuk mengurangi angka stunting, tetapi untuk menghilangkannya secara total. Ia berharap setiap kabupaten dapat mempersiapkan sumber makanan bergizi dan menggandakan produksi makanan yang kaya gizi.
"Kunci untuk mencapai tujuan ini terletak pada tiga aspek penting. Pertama, memperkuat sektor kelautan dan perikanan. Kedua, meningkatkan pertanian perkebunan. Ketiga, memperkuat sektor peternakan. Ini adalah sumber utama bahan makanan bergizi bagi masyarakat," imbuh Bahtiar.
ANTARA
DPRD Sulbar Kolaborasi dengan Pemerintah Atasi Stunting Berkelanjutan
Bagikan:

MAKASSAR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Sembilan Hari Risnayati Hilang, Pencarian Terkendala Kabut Asap Karhutla
Komentar (0)
Memuat komentar…







